JAMBIUPDATE.CO, KUALATUNGKAL – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sepanjang 2026 tercatat cukup tinggi. Sejak Januari hingga pertengahan September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjabbar mencatat 587 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 500,25 hektare.
Data tersebut disampaikan Plt Kepala Pelaksana BPBD Tanjabbar, Samsuhadi, SE. Ia mengatakan, selain ratusan kejadian karhutla, pihaknya juga mencatat sebanyak 1.249 titik panas atau hotspot di wilayah Tanjabbar.
BACA JUGA: Karhutla Muaro Jambi Tembus 556 Hektare, 447 Hektare Lahan Gambut Terbakar
“ Kabupaten kita cukup banyak jumlah kejadiannya, yaitu 587 dengan luasan 500,25 hektare lahan,” ungkap Samsuhadi.
Menurutnya, kejadian karhutla paling banyak ditemukan di wilayah hulu Tanjabbar, khususnya Kecamatan Batang Asam dan Kecamatan Renah Mendaluh.
BACA JUGA: Kuasa Hukum PT SAS Peringatkan Anggota BPR Soal Penyebaran Informasi, Zulkifli: Belum Ada Info
“Yang paling banyak itu di wilayah hulu, daerah Kecamatan Batang Asam dan Kecamatan Renah Mendaluh,” bebernya.
Untuk mengantisipasi meluasnya karhutla, BPBD bersama TNI dan Polri terus melakukan patroli serta pemantauan di sejumlah wilayah. Petugas juga masih disiagakan di posko yang berada di Desa Muntialo.
Samsuhadi mengatakan, salah satu kendala dalam penanganan karhutla berada di wilayah hulu. Akses menuju lokasi kebakaran cukup sulit karena kondisi medan, ditambah keterbatasan sumber air di sejumlah titik.
BACA JUGA: Izin Klub Malam Belum Lengkap, Satpol PP Jambi Pantau Rencana Pembukaan Andrews Party Mart
“Kita kesulitan untuk wilayah hulu, di Kecamatan Batang Asam dan Renah Mendaluh, karena akses menuju lokasi terkendala medan yang sulit dan sumber air yang sulit,” pungkasnya. (Sun)
