iklan Rekomendasi Wali Kota Relokasi Stockpile Aur Kenali Disorot, Ini Kata Hafiz Fattah
Rekomendasi Wali Kota Relokasi Stockpile Aur Kenali Disorot, Ini Kata Hafiz Fattah

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Rekomendasi Wali Kota Jambi terkait relokasi stockpile batu bara dari kawasan Aur Kenali kini menjadi sorotan.

Kelompok masyarakat Gerakan Perlawanan Sipil (GPS) menilai langkah tersebut berpotensi menghambat penyelesaian jalan khusus batu bara yang selama ini ditunggu-tunggu jutaan masyarakat Jambi.

Persoalan itu menjadi salah satu isu utama yang dibawa ratusan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam GPS saat mendatangi Gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (30/9/2026).

BACA JUGA: Bantu Warga, RPK PT Kaswari Unggul Padamkan Kebakaran Lahan di Dendang

Massa yang berasal dari Kota Jambi, Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi dan Kota Jambi itu, meminta DPRD Provinsi Jambi mengevaluasi rekomendasi relokasi stockpile dan fasilitas pendukung jalan khusus batu bara di kawasan Aur Kenali.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jambi meneruskan aspirasi kelompok warga tergabung dalam LSM BPR dan WALHI yang meminta stockpile batu bara dan jalur jalan khusus di Aur Kenali direlokasi ke tempat lain.

BACA JUGA: PT Kaswari Unggul Bagikan Masker Gratis untuk Warga Dendang di Tengah Asap Karhutla

Wali Kota Jambi Maulana kemudian menyurati Gubernur Jambi melalui surat Nomor 600.3.3.2/1003/IX-DPUTR/2026. Surat tersebut muncul setelah pertemuan Pemkot Jambi dengan BPR dan WALHI pada September 2026.

Dalam surat tersebut, Pemkot meneruskan usulan BPR agar lokasi stockpile dan jalur jalan khusus di Aur Kenali direlokasi. Kelompok BPR menolak rencana investor itu karena takut menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Namun, GPS menyampaikan pandangan berbeda. Mereka menyatakan tidak seluruh masyarakat Aur Kenali, Mendalo Darat dan Penyengat Rendah yang diklaim BPR menolak keberadaan stockpile dan jalan khusus batu bara.

BACA JUGA: Ketua PWI Kota Jambi dan Sekertaris Serahkan Masker Gratis ke SMA YPWI Upaya Cegah Infeksi Saluran Pernapasan

Menurut GPS, masih terdapat masyarakat yang mendukung penyelesaian pekerjaan tersebut karena jalan khusus dinilai menjadi salah satu jalan keluar untuk mengurangi aktivitas truk batu bara di jalan umum, dan memberikan peluang kerja dan ekonomi baru di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Karena itu, GPS menilai rekomendasi relokasi yang muncul ketika pembangunan baru akan dimulai bahkan dampak buruk yang diframing, belum ada bukti sama sekali.

GPS khawatir perubahan lokasi stockpile akan berdampak semakin pudarnya rangkaian pembangunan jalan khusus batu bara yang selama ini didorong untuk cepat selesai.


Berita Terkait



add images