iklan BMKG Jambi Ingatkan Musim Hujan Mulai Akhir Oktober, Warga Diminta Waspadai Banjir hingga Longsor
BMKG Jambi Ingatkan Musim Hujan Mulai Akhir Oktober, Warga Diminta Waspadai Banjir hingga Longsor

Untuk puncak musim hujan, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Provinsi Jambi akan mengalami puncak pada Desember 2026.

Namun, beberapa wilayah memiliki pola yang berbeda. Sebagian Sarolangun dan sebagian besar Merangin diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027.

Sementara Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada April 2027.

Kondisi tersebut dipengaruhi karakteristik hujan di wilayah Kerinci yang bertipe ekuatorial. Dalam satu tahun, wilayah tersebut dapat mengalami dua kali puncak musim hujan.

BMKG juga memperkirakan masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan atau pancaroba berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November 2026.

Pada masa pancaroba, perubahan cuaca dapat berlangsung cepat dan tidak menentu.

“Memasuki musim pancaroba itu cuaca tidak menentu. Kadang tiga hari berturut-turut panas, tiga hari berturut-turut hujan, sehingga ada potensi kejadian cuaca ekstrem,” ujarnya.

Waspada terjadi potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan petir perlu menjadi perhatian masyarakat. Angin kencang lebih berpotensi terjadi di Kabupaten Kerinci, Tanjung Jabung Barat dan Kota Sungai Penuh.

Masyarakat diminta memeriksa kondisi rumah dan bangunan, terutama bagian yang kurang kokoh. Warga juga diimbau menjauhi baliho, reklame dan pohon besar yang berpotensi tumbang ketika angin kencang terjadi.

Sementara potensi petir dapat terjadi hampir di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon ketika terjadi petir. Warga juga disarankan menghindari tanah lapang dan tidak menggunakan payung dengan bagian berbahan logam saat petir terjadi.

Memasuki puncak musim hujan, sejumlah wilayah Jambi juga berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi.

Potensi banjir ini diperkirakan terjadi di Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Batanghari, Tebo, Bungo dan Kerinci.

Kota Jambi juga menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai. Sejumlah kawasan seperti Pal lima, JBC, Kota Baru, Pasir Putih, Srikandi dan Simpang Rimbo disebut memiliki potensi mengalami genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung.

“Di Kota Jambi ini kadang dua sampai tiga jam hujan sudah banjir,” ungkapnya.

Sementara itu, tanah longsor lebih berpotensi terjadi di wilayah dengan topografi tinggi seperti Kerinci, Merangin, Sarolangun dan Bungo.


Berita Terkait



add images