Jalur Merangin menuju Kerinci serta jalur Kerinci menuju Sumatera Barat juga menjadi kawasan yang perlu diwaspadai karena memiliki potensi longsor.
Selain longsor, banjir bandang berpotensi terjadi di Kerinci, Merangin, Sarolangun dan Bungo. Sedangkan banjir pesisir atau rob lebih berpotensi terjadi di Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.
Menghadapi musim hujan, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah melakukan berbagai langkah antisipasi.
Di sektor pertanian, masyarakat diminta menyesuaikan kalender tanam dengan kondisi musim hujan, memilih varietas tanaman yang sesuai, serta memastikan saluran drainase lahan tetap bersih dan berfungsi dengan baik.
Untuk sektor sumber daya air, sungai, kanal, drainase dan saluran irigasi perlu dibersihkan dari sampah serta sedimen. Masyarakat juga diminta memantau tinggi muka air sungai dan waduk serta mengoptimalkan fungsi embung, kolam retensi dan daerah resapan air.
Di sektor kebencanaan, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini BMKG.
“Jika ada potensi terpantau awan konvektif, biasanya kami dari BMKG langsung merilis peringatan dini,” kata Ketua tim.
Masyarakat juga diminta mengenali lokasi rawan banjir dan longsor, menyiapkan jalur serta titik evakuasi, dan memiliki tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan serta kebutuhan dasar lainnya.
Selain itu, warga diimbau tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase, memperbanyak ruang terbuka hijau dan daerah resapan air, serta menjaga kawasan hutan dan sempadan sungai.
Untuk mengantisipasi gangguan listrik akibat banjir, masyarakat juga diminta memeriksa kondisi instalasi listrik rumah dan fasilitas umum serta menjauhkan peralatan listrik dari area yang tergenang.
BMKG menegaskan bahwa kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak dini. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus aktif mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini agar dapat mengambil langkah yang tepat ketika terjadi perubahan cuaca maupun potensi bencana.(mg4)
