JAMBIUPDATE CO, JAMBI – Intan Sari, dosen Universitas Islam Indragiri (UNISI), Tembilahan Indragiri Hilir Provinsi Riau, berhasil meraih Gelar Doktor Ilmu Pertanian pada Universitas Jambi Pascasarjana Ujian Promosi Program Studi Ilmu Pertanian Program Doktor. Dihadapan Dewan Penguji dengan Ketua yang juga Direktur Pascasarjana UNJA, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si, Sekretaris yang juga Ketua Prodi Ilmu Pertanian Program Doktor Prof. Dr. Ir. Sunarti, S.P.,M.P, Promotor Prof. Dr. Ir. Anis Tatik Maryani, M.P, Co Promotor 1 Dr. Ir. Asmadi Saad, M.Si, Co Promotor 2 Dr. Ir. Irianto, M.P, Penguji Eksternal yang merupakan Guru Besar Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Sc. Agr. Nurhasanah, S.P.,M.Si, Penguji 1 Prof. Dr. Ir. Elis Kartika, M.Si, Penguji 2 Dr. Ir. Heri Junedi, M.Sc dan Penguji 3 Dr. Yatno, S.Pt.,M.Si. Intan Sari melakukan penelitian Respon Morfofisiologi Bibit Pinang (Areca Catechu. L) Batara dan Saluang, terhadap Pupuk Organik Cair Limbah Sabut Pinang Pada Media Gambut, yang dituangkan dalam disertasinya.
BACA JUGA: Bukan dari Internal! Maulana Tunjuk Plt Kadis Perindag Gantikan Nella Ervina
Penelitian ini berdasarkan permasalahan banyaknya sabut pinang yang tidak termanfaatkan, sementara limbah sabut pinang semakin banyak dengan semakin banyaknya produksi buah pinang karena 60 -80. Peran dari buah pinang adalah sabut pinang. Pinang merupakan salah satu tanaman penyokong ekonomi masyarakat petani tanah gambut, pada saat ini produktivitas tanah gambut semakin menurun akibat banyaknya tanaman pinang yang tua dan rusak serta kosong akibat banyak pohon pinang yang mati.
"Solusinya harus dilakukan replanting, pembibitan untuk tanaman baru dan perluasan areal perkebunan pinang," kata Intan Sari, Sabtu (10/10) lalu.
BACA JUGA: Padamkan Api, Bukan Sekadar Menghabiskan Anggaran
Untuk replanting dibutuhkan bibit pinang yang unggul. umumnya petani lahan gambut menggunakan tanah gambut yang mempunyai permasalahan pH yang rendah serta rendahnya kandungan unsur hara makro dan mikro. Oleh karena itu diperlukan pupuk yang murah, mudah diaplikasikan dan memanfaatkan biomassa lokal yaitu POC limbah sabut pinang.
"Disini penulis juga melakukan kajian respon Morfofisiologi Varietas pinang Batara dan Saluang terhadap POC Limbah sabut pinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 150 ml/L dapat meningkatkan Morfofisiologis bibit pinang Batara dan Saluang, dimana respon varietas Batara terhadap POC sabut pinang lebih tinggi dibanding respon varietas Saluang," urainya.
BACA JUGA: Polresta Jambi Gerebek Basecamp Narkoba di Pulau Pandan, Enam Orang Diamankan
Sementara, Ketua Penguji yang juga Direktur Pascasarjana UNJA, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si mengatakan, disertasi Promovenda sangat bagus, dimana Promovenda berhasil menemukan bagaimana menjaga lingkungan dengan memanfaatkan limbah dari hasil pinang, yang bisa digunakan sebagai pengganti pupuk anorganik.
“Dengan demikan Promovenda bisa menjamin suatu tujuan pembangunan berkelanjutan pada lingkungan. Dalam penilaian kami juga melihat dari aspek yang diperhatikan adalah bagaimana penguasaan tentang disertasi, sikap, kualitas dari jawaban,” terang Direktur Pascasarjana UNJA, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si.
