"Pengamanan itu sendiri sangat berbahaya apabila kita mengabaikan keselamatan kerja. Banyak korban-korban tertimbun di lapangan, banyak juga yang karena efek jangka panjang dari merkuri itu menyebabkan banyak hal terutama pada anak-anak," katanya.
"Pokoknya ada tanah digali, ada isinya, tidak melihat kontur sejauh mana kekuatan kontur yang dapat sewaktu-waktu menimbun para penambang," ujarnya.
Widodo turut menyinggung dampak sosial yang ditimbulkan aktivitas PETI. Perselisihan di lokasi penambangan dapat berkembang menjadi konflik hingga tindak kekerasan.
"Dampak sosial ekonomi, jangka pendeknya terjadi gesekan sosial. Kemarin belum lama terjadi pembacokan, itu akibat kesalahpahaman, ketidaksinkronan dalam pelaksanaan pelaku PETI," ungkap Kapolda.
Peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan PETI yang dikenal dengan sebutan Vietnam, Desa Barembang, Kabupaten Muaro Jambi. Pelaku berinisial MK telah diamankan oleh Polres Muaro Jambi.
Lebih jauh, Kapolda mengingatkan bahwa dampak PETI tidak hanya dirasakan saat aktivitas penambangan berlangsung. Kerusakan lingkungan berpotensi menimbulkan persoalan berkepanjangan, mulai dari kesulitan memperoleh air bersih hingga bencana alam.
"Bisa banjir bandang, banjir tanah longsor. Merugikan negara yang berupa kehilangan potensi pendapatan dari pajak dan penerimaan bukan pajak dan juga bisa terjerat pidana," tambahnya.
