JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, mencapai 22.868 kasus hingga 26 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.871 kasus dialami balita di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabtim, dari total kasus tersebut, sebanyak 19.997 kasus terjadi pada kelompok dewasa. Meski jumlahnya masih di bawah total kasus sepanjang 2025, perkembangan kasus ISPA hingga akhir tahun tetap menjadi perhatian, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap.
BACA JUGA: Lawan Stunting, Pemkab Tebo Luncurkan S4 GENTING, ASN Jadi Orang Tua Asuh
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tanjabtim, Eko Purnomo, mengatakan jumlah kasus ISPA sejak Januari hingga 26 Oktober 2026 masih lebih rendah dibandingkan total kasus sepanjang tahun lalu yang mencapai 33.970 kasus.
"Untuk saat ini, jumlah kasus ISPA tercatat sebanyak 22.868 kasus. Angka ini masih di bawah total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 33.970 kasus," ujar Eko saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan perkembangan jumlah kasus hingga Desember mendatang. Menurut Eko, peningkatan atau penurunan kasus dapat dipengaruhi kondisi cuaca dan tingkat paparan kabut asap akibat karhutla.
Dinas Kesehatan berharap hujan segera turun untuk membantu memperbaiki kualitas udara sehingga risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap dapat ditekan.
"Kita belum bisa memprediksi perkembangan kasus sampai akhir tahun. Harapannya, hujan segera turun sehingga kualitas udara membaik dan risiko ISPA akibat kabut asap dapat berkurang," jelasnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Tanjabtim menyebutkan belum menerima laporan pasien ISPA yang meninggal dunia. Hingga saat ini, juga belum ada laporan pasien dari kelompok balita maupun dewasa yang harus dirujuk ke rumah sakit akibat penyakit tersebut.
BACA JUGA: Dewan Ingatkan Pasar Malam di Kantor Wali Kota Jambi, Jangan Ganggu Kekhusyukan MTQ
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Dinas Kesehatan telah melakukan upaya pencegahan sejak memasuki musim kemarau. Melalui puskesmas yang tersebar di wilayah Tanjabtim, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk serta menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.
Langkah pencegahan tersebut diharapkan dapat menekan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti balita, sembari menunggu kualitas udara kembali membaik.(lan)
