Total Banpres untuk Jambi Disebut Capai Rp125 Miliar
Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan bantuan presiden untuk penanganan karhutla di Jambi dalam dua tahap.
Bantuan tahap pertama sebesar Rp85 miliar, sedangkan tahap kedua mencapai Rp40 miliar. Dengan demikian, total bantuan presiden yang disampaikan mencapai Rp125 miliar.
“Jadi total Rp125 miliar. Sekali lagi, ini bagian dari perhatian Pak Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Jambi, di luar anggaran APBN lainnya, baik dari Kementerian Kehutanan, dana siap pakai di BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar seluruh bantuan digunakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Pendampingan dari aparat penegak hukum juga dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.
“Pesan Pak Presiden sekali lagi, dana ini dipergunakan Pak Gubernur, Pak Bupati secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Oleh karena itu, tadi juga ada Pak Kajati, ada Pak Kapolda yang saya kira memiliki komitmen untuk mendampingi Pak Gubernur maupun Pak Bupati agar dana ini benar-benar dapat diserap dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat, tetap akuntabel dan juga transparan,” katanya.
Selain memperkuat penanganan di lapangan, Raja Juli Antoni mengimbau masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan, terutama saat membuka atau membersihkan lahan.
Menurutnya, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Ini adalah tanggung jawab kolektif kita. Oleh karena itu, saya meminta kepada masyarakat agar tidak lagi membakar hutan dan lahan. Ini betul-betul membuat kita sengsara,” tegasnya.
Pemerintah berharap koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga penanganan karhutla di Jambi berjalan optimal dan kebakaran baru dapat dicegah.(aan/mg3)
