iklan BNN Tanjabtim Sulap Kampung Rawan Narkoba di Kuala Jambi Jadi Kampung Produktif Lewat Ekonomi Kreatif
BNN Tanjabtim Sulap Kampung Rawan Narkoba di Kuala Jambi Jadi Kampung Produktif Lewat Ekonomi Kreatif

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tanjung Jabung Timur terus mendorong upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan mengubah kawasan rawan narkoba menjadi kampung produktif melalui pengembangan ekonomi kreatif.

Program bertajuk Transformasi Tata Kelola Kampung Rawan Narkoba melalui Pemberdayaan Ekonomi Kreatif menjadi Kampung Produktif dan Bersinar (Bersih Narkoba) ini dilaksanakan di Kelurahan Kampung Laut/Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

BACA JUGA: Empat Mobil Tangki Dikerahkan PDAM, Distribusi Air ke rumah Warga Terdampak Krisis Air di Kerinci

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pencegahan narkoba, tetapi juga menyasar penguatan ekonomi masyarakat sebagai langkah membangun lingkungan yang mandiri, sehat, dan memiliki ketahanan terhadap ancaman narkotika.

Kepala BNN Kabupaten Tanjung Jabung Timur, AKBP Kristian Adi Wibawa, S.P., M.H., mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba.

BACA JUGA: Pengorbanan di Balik Tugas Pemadam Karhutla: Rindu yang Menunggu di Rumah

"Upaya pencegahan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan keluarga," jelasnya.

Pemberdayaan ekonomi kreatif menjadi salah satu langkah strategis untuk memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengembangkan potensi diri melalui kegiatan produktif.

"Melalui pelatihan keterampilan, pemanfaatan potensi lokal, pendampingan usaha, serta penguatan jiwa kewirausahaan, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus membangun kemandirian ekonomi," katanya.

BACA JUGA: Empat Pemkab di Jambi Dapat Tambahan Banpres Rp40 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Selain itu, edukasi mengenai bahaya narkoba juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Masyarakat didorong untuk meningkatkan pemahaman tentang dampak penyalahgunaan narkotika, mengenali potensi ancaman peredaran gelap, serta berani mengambil peran dalam menjaga keamanan lingkungan.

BNN menilai keberhasilan mewujudkan Kampung Bersinar tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat diperlukan, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan kegiatan hingga pengawasan di lingkungan masing-masing.


Berita Terkait



add images