JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho meninjau rumah contoh Perumahan Nava Village 5 di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi, Sabtu (7/11). Dalam peninjauan tersebut, Heru melihat langsung kualitas bangunan dan penataan kawasan yang dikembangkan LIP House. Ia menilai kualitas hunian tersebut tidak kalah dengan rumah komersial, didukung akses jalan dan ruang terbuka hijau.
Dalam kegiatan Akad Massal dan Soft Launching Nava Village 5, Heru mengajak masyarakat Jambi yang belum memiliki rumah untuk memanfaatkan berbagai kemudahan pembiayaan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Menurutnya, kepemilikan rumah merupakan hak dasar warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945.
BACA JUGA: Tekan Konflik Sosial, Ketua DPRD Merangin Rifaldi Dukung Penuh Langkah Polisi Sita Senjata Warga SAD
"Pemerintah hadir memenuhi kebutuhan rakyat akan rumah yang layak dan terjangkau melalui skema KPR subsidi," ujar Heru.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyediakan sejumlah kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mulai dari pembebasan BPHTB dan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga bantuan subsidi uang muka sebesar Rp4 juta bagi penerima yang memenuhi ketentuan. Selain itu, tersedia uang muka minimal 1 persen, suku bunga tetap 5 persen hingga lunas, serta pilihan tenor pembiayaan hingga 40 tahun.
BACA JUGA: Malam Ini Penutupan MTQH ke-55 Jambi, Maulana Ajak Masyarakat Hadir dan Ramaikan UMKM
Heru memberikan ilustrasi rumah seharga Rp166 juta dengan angsuran sekitar Rp778 ribu per bulan melalui pilihan tenor 40 tahun. Tenor tersebut memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menyesuaikan angsuran dengan kemampuan keuangan keluarga. Penerima manfaat juga dapat melunasi pembiayaan lebih awal sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan data BP Tapera per Jumat, 6 November 2026, realisasi FLPP secara nasional mencapai 201.561 unit rumah dengan nilai pembiayaan Rp25,118 triliun. Khusus Provinsi Jambi, penyaluran mencapai 6.156 unit dengan nilai Rp733,39 miliar. Heru menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang.
BACA JUGA: Kota Jambi Jadi Tuan Rumah 3 Agenda Nasional November 2026, Ribuan Delegasi Bakal Datang
Ia juga mengajak aparatur pemerintah, perbankan, pengembang, serta masyarakat untuk lebih aktif menyebarluaskan informasi mengenai program tersebut. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui berbagai kemudahan pembiayaan rumah yang disediakan pemerintah.
"Kami dari BP Tapera tentu sangat mendukung dan siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, teman-teman perbankan, dan asosiasi pengembang," tegas Heru.
Dukungan terhadap penyediaan hunian juga disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Jambi, Nasrul. Ia menilai pemenuhan kebutuhan rumah membutuhkan kerja sama berbagai pihak, terutama untuk mengatasi keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat.
"Rumah bukan hanya tempat berlindung, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan produktif," ujar Nasrul. Ia menyatakan dukungan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap Program Pembangunan Tiga Juta Rumah.
Sementara itu, Owner LIP House Raymond Tanoto menekankan bahwa pembangunan perumahan memiliki tanggung jawab sosial karena berkaitan dengan impian keluarga untuk memiliki rumah pertama.
