Dua pelaku pengedar narkoba jaringan internasional yang tewas ditembak aparat BNN. Foto : Ist
Dua pelaku pengedar narkoba jaringan internasional yang tewas ditembak aparat BNN. Foto : Ist

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan tangkapan besar. Tak tanggung-tanggung sebanyak 100 kilorgam sabu-sabu dan 320 ribu butir happy five berhasil diamankan dari bandar narkoba yang ada di kawasan Pergudangan Sentra Kosambi, Desa Kosambi Timur, Kosambi, Tangerang, Banten.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari membenarkan tangkapan kakap ini. Menurut dia, sebelum melakukan pengungkapan, tim mereka di bawah pimpinan Brigjen Eko Daniyanto selaku Direktur Tindak Kejar BNN telah mengintai jaringan narkoba ini selama dua pekan.

Jadi sore pukul 17.00 WIB kita lakukan penangkapan dan penyitaan narkoba, kata Arman saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/11).

Tim ketika itu mencegat mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 1754 PRL. Di dalam mobil ada dua orang yang diduga membawa narkoba.

Saat itu, anggota kita coba ditabrak pelaku dan melawan. Sehingga anggota bersama POM (TNI) melakukan tindakan tegas dengan penembakan ke pelaku, tutur jenderal bintang dua ini.

Lanjut anak buah Komjen Budi Waseso ini menerangkan, ketika digeledah, didapati sabu-sabu seberat 40 kilogram di dalam mobil. Lantas dilakukan pengembangan ke sebuah gudang.

Di sana, tim mendapati seorang warga Taiwan berinisial Y sedang melakukan pengemasan narkoba jenis sabu-sabu. Ketika itu tim mendapati sabu-sabu seberat 60 kilorgam dan 320 ribu butir happy five yang tersimpan di dalam gudang.

Jadi total barang bukti ada 100 kilogram sabu-sabu dan 320 butir happy five, sambung mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya ini.

Saat disinggung salah satu yang meninggal saat ditembak adalah oknum TNI, Depari belum bisa memastikannya. Sekarang sedang dikroscek. Satu lagi itu belum didapati identitasnya. Biar nanti Kepala BNN yang menyampaikan, tambah dia.

Selain itu, petugas juga menemukan senjata api yang digunakan pelaku untuk melawan petugas. Menurut Depari, dari jenis senpi itu belum bisa dipastikan juga milik Polri atau TNI.

Memang dalam penindakan kami selalu melibatkan POM, Bea Cukai juga dan ada Polri, tukas dia. (elf/JPG)


Sumber: www.jawapos.com

Komentar

Berita Terkait

Gara-gara Facebook, Kebablasan Selingkuh

Wah... Siang Hari Delapan Mahasiswa Mesum di Hotel Melati

Duarrr! Kapal Tanker Meledak di Batam, 1 Tewas, 2 Kritis

Nah... Gara-gara Kasus Ahok, Banyak yang Putus Pertemanan

Tahun Depan, SPJ PNS Pakai Sistem Elektronik

Rekomendasi




add images