Pembangunan Jembatan Penyembrangan Orang (JPO) di depan mall Ramayana, kawasan Pasar, Kota Jambi minim infrastruktur penunjang.
Pembangunan Jembatan Penyembrangan Orang (JPO) di depan mall Ramayana, kawasan Pasar, Kota Jambi minim infrastruktur penunjang.
Pembangunan Jembatan Penyembrangan Orang (JPO) di depan mall Ramayana, kawasan Pasar, Kota Jambi mendapatkan sorotan dari Dewan. Bahktiar Chan, anggota Komisi C DPRD Kota Jambi menuding, pembangunan JPO ini seperti dipaksakan.

Dia menilai, pembangunan JPO tidak dibarengi dengan infrastruktur penunjang lainnya. Salah satunya seperti pagar pembatas jalan dan rambu batas kecepatan berkendara. Sehingga, masyarakat masih bisa menyebrang melalui zebracross yang ada di kawasan itu. “Saya tidak setuju jembatan (JPO, red) itu dibangun, karena masih bisa masyarakat untuk menyebrang melalui zebracross,” katanya kepada media ini, Kamis (21/2).

Ditambahkannya, pembangunan JPO tersebut seakan-akan hanya memaksakan kehendak saja dan hanya menguntungkan pihak rekanan. Sebab, jembatan tersebut nantinya hanya sebagai alat untuk mencari keuntungan saja.

Misalnya, kata dia, untuk memajang iklan, serta papan Billboard. Bahkan, dia menyebut, lokasi itu nantinya hanya akan dijadikan anak jalanan sebagai tempat membuat onar.  “Ya pastinya jembatan tersebut hanya dijadikan tempat anak-anak muda untuk mangkal dan mojok saja, juga bisa dijadikan rumah oleh anak-anak gelandangan,” sebutnya.

Oleh karenanya, dia menilai, pembangunan JPO tersebut tak ada manfaatnya untuk masyarakat.

sumber: jambi ekspres

Komentar

Berita Terkait

Pemkot Wacanakan Pembangunan Jaling

Mahbub: Kami hanya Menjalankan

Banyak Izin Bermasalah

TPP Guru Cair Maret

Men PAN: Honorer Boleh Bekerja Lagi

Soal Kebakaran Tahura, Dishut No Coment

Rekomendasi




add images