Selama ramadan menyisahkan kesedihan bagi korban kebakaran. Mereka harus rela harta benda yang dicari selama ini ludes. Kebakaran yang terjadi tidak hanya di kota Jambi, tapi hampir di seluruh kabupaten. Tapi yang terbanyak di Kabupaten Merangin.

Kebakaran Yang Terjadi Di Sejumlah Daerah
1. Merangin : 5 kasus (Sekitar Rp 10 M)
2. Kerinci : 3 Kasus (Sekitar Rp. 150 Juta)
3. Tanjabtim : 1 Kasus (Sekitar Rp. 10 juta)
4. Muarojambi  : 1 Kasus (Sekitar Rp. 30 Juta)
5. Tebo : 1 Kasus (-)
6. Kota Jambi : 3 kasus (-)

Di kabupaten yang dipimpin Al Haris ini selama ramadan dan liburan Idul Fitri terjadi lima kebakaran. Dan yang paling besar adalah melulu lantakkan sebanyak 46 ruko di jalan lintas sumatera pasar Bangko. Kerugian pada kebakaran tersebut sebanyak Rp 6,6 miliar.

Tak hanya itu, di kabupaten Tali Undang Tambang Teliti ini  juga terjadi di desa Kapuk Kecamatan Tabir Ulu Merangin. Kebakaran tersebut menimpa satu buah rumah yang lagi kosong saat ditinggal pemiliknya. Kerugian diperkirakan sekitar 250 juta rupiah.

Kebakaran kedua terjadi pada Sabtu (22/7). Sebuah rumah di desa Pauh Menang kecamatan Pamenang Merangin yang ditinggal pemiliknya, ludes terbakar. Kerugian diperkiran sekitar RP 100 juta.

Selanjutnya kebakaran terjadi pada Minggu (23/7) pukul 08.00 WIB menimpa sebuah ruko di pasar Bawah Bangko. Karena cepat ditanggulangi, ruko tersebut hanya lantai dua yang habis dilalap api. Kerugian diperkirakan sebesar Rp 30 Juta.

Yang terakhir kebakaran terjadi di panti jompo H Syatar Saleh. Kerugian diperkirankan sebesar 20 juta. 

Kabid BPBD Merangin, Afrizal menyebutkan kerugian dari lima kebakaran yang dalam bulan ramadhan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

"Lima kebakaran yang terjadi selama bulan ramadhan diperkiran kerugiannya mencapai puluhan miliar rupiah" pungkas afrizal.

Dari Kerinci sendiri dilaporkan, selama ramadan dan hari Lebaran 2013 ini terjadi 3 kasus kebakaran di Kabupaten Kerinci. Akibat kebakaran ini warga korban kebakaran menderita kerugian ratusan juta rupiah.

Darifus, Kepala BPBD Kabupaten Kerinci mengatakan, selama Ramadan dan Lebaran terjadi 3 kasus kebakaran di Kabupaten Kerinci. Pertama, kebakaran di Talang Kemulun, tepatnya di Desa Koto Baru. Akibat kebakaran 1 rumah terbakar dan korban mengalami kerugian Rp 75 juta. "Untung masyarakat cepat menolong, sehingga kerugian hanya Rp 75 juta," ujarnya.

Kemudian, kebakaran di Sungai Batu Gantih, Siulak. Akibat kebakaran satu rumah terbakar dan korban mengalami kerugian Rp 25 juta. Lalu, kebakaran di Sungai Tutung, Air Hangat Timur yang mengakibatkan satu rumah terbakar dan korban mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. "Rumah yang terbakar rata-rata semi permanen dan penyebabnya semua karena arus pendek," ungkapnya.

Dalam peristiwa kebakaran selama bulan Ramadan dan Lebaran ini tidak ada korban luka dan korban  jiwa. "Tidak ada korban jiwa," ucapnya.

Dari Tanjabtim sendiri dilaporkan, selama bulan suci Ramadan,  Dinas Tata Kota Tanjab Timur mencatat hanya terjadi satu peristiwa kebakaran baik selama bulan suci Ramadhan maupu ketika hari raya Idul Fitri.

"Tahun ini kebakaran hanya terjadi di Kecamatan Berbak saja," ujar Kadis Tata Kota Tanjab Timur, Mariontoni melalui Kabid Damkar, M. Yasir dikonfirmasi kemarin (14/8).

Menurutnya, boleh dikatakan tahun ini terjadi pengurangan yang sangat drastis terhadap bencana kebakaran rumah dan lahan di Tanjab Timur.

"Tahun kemarin (2012, red) dalam sehari saja bisa terjadi dua peristiwa kebakaran," terangnya.
Hal senada diungkapkan Kaban Kesbangpol Linmas Tanjab Timur, M. Taher. Dia mengungkapkan korban malang yang rumahnya kebakaran itu adalah Subroto (76) warga RT 17/4 Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak.
"Hanya rumah Subroto yang terbakar. Lokasi rumahnya jauh dari pemukiman penduduk. Penyebabnya masih belum kami ketahui," terang Taher.

Walaupun tidak ada korban jiwa, lanjutnya namun kerugian yang dialami Subroto diperkirakan mencapai Rp 10 Juta. Penyebabnya selain rumah yang habis terbakar, perlengkapan rumah tangga dan pertanian Subroto juga hangus terbakar.

"Dalam waktu dekat kami akan memberikan bantuan kepada korban kebakaran ini," bebernya.
Dari kabupaten Muarojambi dilaporkan bahwa selama bulan Puasa dan lebaran tahun ini hanya terjadi 1 peristiwa kebakaran diwilayah Muarojambi, kebakaran ini terjadi akibat ledakan tabung gas di Kecamatan Kumpe Ulu.

"Selama puasa dan lebaran hanya terjadi 1 peristiwa kebakaran di Kabupaten Muarojambi yaitu di Kecamatan Kumpe Ulu yaitu tanggal 13 juli 2013 lalu diakibatkan karena ledakan tabung gas,"ujar kepala BPBD Muarojambi ketika dikonfirmasi

Kejadian tersebut terjadi di RT 02 Kasang Kumpe kecamatan Kumpe Ulu Kabupaten Muarojambi sekitar pukul 19.00 WIB, dari informasi yang berhasil dihimpun ledakan tabung menyebabkan kebakaran yang cukup besar yang terjadi di rumah milik Korban.

"Kejadiannya pukul 7 malam, dari ledakan tabung gas tersebut,  orang korban atas nama Dandi (23) mengalami luka bakar 55 persen dilarikan ke RS Royal Prima. Dan candra (23) juga mengalami luka bakar 55 Persen dilarikan ke RS DKT," terang Zakir.

Dari Tebo sendiri dilaporkan, Si jago merah kembali mengamuk. Korbannya kali ini dialami oleh Mardiyanto (35), warga RT/RW 01/09, Jalan RA Kartini, Kelurahan Wirotho Agung, Rimbo Bujang, Kamis (8/8) sekitar pukul 04.00 WIB.

sumber: jambi ekspres

Komentar

Berita Terkait

Propam Periksa Senjata Polisi

Pelaku Bukan Anggota Pol PP

Kasus Dumyati Baru Gelar Perkara di Mabes Polri

Calo CPNS Dibekuk

Yuninta Syahirsyah Tersangka

Masak Rendang, Lupa Matiin Kompor

Rekomendasi




add images