KUALATUNGKAL, Maraknya isu aliran sesat saat yang masuk ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) ditanggapi tegas Bupati Tanjabar Usman Emulan dengan mengintruksikan aparat Pemeritah hingga tingkat Desa, untuk mendeteksi gerakan-gerakan mencurigakan. Hal ini dilakukan karena isu aliran sesat di Tanjabar sudah kian membuat resah masyarakat.

Usman menegaskan, dirinya telah mewanti aparat Pemeritah hingga tingkat Desa untuk deteksi dini gerakan-gerakan mencurigakan di masyarakat yang saat ini bergerak secara perlahan. Pengawasan harus diperketat oleh seluruh aparatur pemerintahan agar dapat menyebarluaskan kepada masyarakat tentang pencegahan dan pengawasan.

Ini agar masyarakat dapat membentengi diri terhadap masuknya ajaran sesat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam,” ujar Bupati.


Usman mengakui bahwa pada dasarnya kebebasan beragama yang ada saat ini harus diimbangi dengan kedewasaan berpikir dan bersikap, sehingga tidak melunturkan nilai-nilai agama, moral dan budi pekerti. Oleh karena itu, pentingnya alat pemersatu seperti orgaisasi-organisasi Islam yang harus dibarengi dengan tokoh agama, aparatur desa, diminta berperan aktif dalam mengarahkan umat agar tidak terpengaruh dengan ajaran sesat. “Dengan adanya gejolak ini, masyarakat bisa memperkuat ukhuwah Islamiyah yang sesungguhnya," kata Usman.

Secara terpisah, Kepala Badan Kesbangpolinmas Tanjabar, Andi Andika, menambahkan, pentingnya pengawasan aliran kepercayaan masyarakat bertujuan mengantisipasi penyebaran aliran sesat di daerah Kabupaten Tanjabar. Hal ini juga dimaksudkan untuk membagi wawasan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh serta dapat menyaring berbagai informasi yang tengah berkembang. “Kita berharap kepada masyarakat jangan mudah percaya begitu saja, lalu terpengaruh suatu aliran atau ajaran," singkat Andi.

Menurut sumber media ini lainnya, tersiar kabar ada aliran baru yang dinilai sesat sudah masuk ke wilayah pinggiran Kabupaten Tanjabar diantaranya di sekitar Kecamatan Betara. Menurut sumber, didaerah tersebut terdapat warga yang memegang prinsip daging hewan anjing dihalalkan.

"Ada orang yang bilang kenduri sukuran diharamkan, yang parah lagi dibilang daging anjing tidak haram. Makanya kalau ada acara, tetangga-tetangga dekat nggak ada yang mau datang," ujar sumber yang tak ingin disebutkan namanya.

sumber: jambi ekspres

TAGS

Komentar

Berita Terkait

Usman Persilahkan Kandidat Bermunculan

Di Tanjabbar Mulai Daftar CPNS

Tahapan Pilbup Maret 2015, Baleho Sudah Bertebaran

Tahapan Pilbup Maret 2015, Baleho Sudah Bertebaran

Membaca Kekuatan Kandidat Bupati Tanjabbar

Tahun 2014 Dinkes Temukan 6 Kasus HIV/AIDS

Dinas Pasar Jangan Pungut Retribusi

Rekomendasi




add images