iklan PRIHATIN: Bayi pertama pasangan Fahmi dan Ratih saat berada di RSU Raden Mataher Jambi.
PRIHATIN: Bayi pertama pasangan Fahmi dan Ratih saat berada di RSU Raden Mataher Jambi.
Untuk kesekian kalinya, Rumah Sakit Umum Raden Mataher (RSU RM) Jambi, kembali mengecewakan pasiennya. Kali ini menimpa bayi laki-laki, putra pertama pasangan Famhi dan Ratih.

Kepada media ini, Senin (23/12), Famhi mengungkapkan kekecewaannya itu. Peristiwa ini berawal saat dirinya membawa bayinya yang baru berusia 3 hari ke IGD RSU RM. Bayi tersebut, menurutnya, menangis dengan kencang dan alat kelaminnya mengeras karena tidak bisa buang air kecil. Oleh dokter di IGD RSU Raden Mattaher, sempat dipasangkan alat bantu perkemihan (kateter, red) pada organ vital bayinya, namun bayi tersebut justru disuruh pulang dengan alasan tidak ditemukannya indikasi penyakit pada bayinya itu.

‘’Jadi bayi saya ini, lahir pada sabtu Sore. Pada hari Minggunya bayi saya ini mengangis dengan kencang, dan alat kemalaunnya keras, kerena tidak bisa buang air kecil. Lalu saya bawa kerumah sakit umum sore itu juga. Sampai di IGD dilakukan pemasangan kateter, kemudian saya minta anak pertama saya ini untuk dirawat di sini (RS, red), tetapi dokter yang ada di IGD malah menyuruh pulang dan kateter tadi dibuka kembali, alasan dokternya, tidak ditemukannya indikasi penyakit,” ujar Fahmi menceritakan kronologis kejadian kepada media ini, Senin (23/12).

Fahmi menambahkan, dokter tersebut  malah menyuruh besok paginya (Senin, red), untuk datang kembali dan melakukan pemeriksaan di poli anak. Tetapi baru sampai di rumah, anaknya kembali menangis dengan kencang. Karena bingung, Fahmi dan istrinya pun kembali lagi ke RS  pada malam itu juga. Dan dokter untuk kedua kalinya memasang kateter di organ vital bayinya. Dengan sedikit memaksa  pihak rumah sakit, akhirnya bayi Fahmi pun bisa diinapkan di ruang anak RSU Raden Mattaher.
--batas--
‘’Saya balik lagi ke rumah sakit, karena bayi saya kembali menangis.  Sampai di rumah sakit kateter kembali dipasang, dan sudah dua kali bayi saya dipasang kateter, kali ini saya dengan keras memaksa pihak rumah sakit untuk merawat anak saya, saya bayar kok biaya perawatannya, bukannya saya ini pasien yang tidak mau membayar perawatan,” sungut Fahmi.

Pada malam harinya, sebutnya,  kateter bayinya itu terlepas, dan kemudian dipasang kembali. Berarti sudah 3 kali pihak Rumah Sakit, ceroboh memantau bayi Fahmi. Lalu pada pagi harinya, kateter yang dipasangkan ke organ vital itu tersebut  kembali terlepas dan si bayi pun menangis dengan kencang di ruangan perawatan tersebut. Fahmi yang bekerja sehari-hari sebagai wiraswasta ini pun kontan mengamuk dan protes kepada perawat yang menjaga anaknya.

‘’Pagi tadi saya sempat mengamuk di rumah sakit ini, karena bayi saya kateternya kembali terlepas, seharusnya perawat bisa benar-benar mamasang kateter dan mengawasi bayi saya, jangan organ vital bayi saya itu terus-terusan dibongkar pasang dengan selang seperti itu,’’ tukas Fahmi.

Diakui Fahmi, pihak Rumah Sakit belum bisa menemukan penyakit anaknya, padahal sudah dirawat dari malam sampai siang harinya, dan pihak rumah sakit tidak melakukan tindakan apa-apa. Cuma mengawasi dan memandikan bayi nya.  Fahmi mengancam akan membawa ke jalur hukum apabila ditemukan kerusakan pada organ vital anaknya.

‘’Sampai saat ini dokter belum bisa menyebutkan penyakitnya, bayi saya cuma dimandikan saja sama perawatnya, tidak dilakukan tindakan apa-apa, saya akan membawake jalur hukum, kalau organ vital anak saya terbukti rusak akibat pemasangan kateter yang berulang kali,” tegas Fahmi.
--batas--
Ali Imran, Dirut RSU RM :
Kalau isu baru dugaan jangan dikomentari.


Sementara itu, Direktur Utama RSUD RM Ali Imron ditemui usai kegiatan rakor pengawasan daerah di hotel Aston kemarin (23/12), enggan berkomentar terkait hal ini. Bahkan, dia dengan santainya menanggapi kejadian itu. “Kalau isu baru dugaan jangan dikomentari,” katanya singkat sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Humas RSU Raden Mattaher, Dr shalahudden, saat dikonfirmasi via ponsel, mengatakan, bahwa pihaknya belum mengetahui, kronologis kejadiannya secara pasti, dan akan segera memanggil, kepala perawat ruangan anak, dan dokter yang bersangkutan.

‘’Saya belum mengetahui secara pasti kejadiannya bagaimana, dan tentunya kepala perawat ruang anak, dan dokter yang bersangkutan, akan saya mintai penjelasannya,’’ pungkasnya.

sumber: jambi ekspres

Berita Terkait



add images