iklan Sambangi DLH Muaro Jambi, Fasha Tampung Aspirasi Terkait Pengelolaan Sampah
Sambangi DLH Muaro Jambi, Fasha Tampung Aspirasi Terkait Pengelolaan Sampah

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Persoalan sampah di Kabupaten Muaro Jambi belum juga menemukan solusi tuntas. Keterbatasan armada pengangkut menjadi hambatan utama dalam mengurai tumpukan sampah yang kian meningkat.

Hal ini terungkap saat Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Jambi, Syarif Fasha melakukan kunjungan kerja reses ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (29/4). Dalam pertemuan tersebut, berbagai keluhan terkait pengelolaan sampah disampaikan langsung oleh pihak DLH kepada walikota Jambi periode 2013-2023 itu. 

BACA JUGA: Pria di Kota Jambi Ditangkap Polisi Usai Ketahuan Rekam Tetangga Mandi, di Hp Pelaku ada 5 Video Korban

Kepala DLH Muaro Jambi, Medison, mengakui jumlah armada pengangkut yang tersedia saat ini jauh dari kata ideal. Dari kebutuhan sekitar 33 unit untuk melayani seluruh wilayah, DLH baru memiliki 11 unit armada yang beroperasi.

“Dengan kondisi ini, pelayanan pengangkutan sampah belum bisa merata. Akibatnya, penumpukan masih sering terjadi, terutama di wilayah padat seperti Jaluko,” ujarnya.

BACA JUGA: 19 Jam Dicari, Identitas Mahasiswi Jambi Dipastikan Lewat Tes DNA di Tragedi KRL Bekasi

Menurutnya, peningkatan volume sampah tidak diiringi dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Kondisi tersebut turut memicu munculnya tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di sejumlah titik.

“Keterbatasan fasilitas membuat sebagian masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya. Ini yang jadi tantangan bersama,” katanya.

Sebagai langkah penanganan, DLH Muaro Jambi saat ini tengah mempersiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Prosesnya masih dalam tahap peninjauan lokasi yang dinilai strategis, dengan prioritas wilayah Jambi Luar Kota (Jaluko).

“TPST ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka menengah untuk mengurangi beban sampah di wilayah tersebut,” jelas Medison.

BACA JUGA: Jenazah Korban Kecelakaan KAI Tiba di Rumah Duka, Tangis Keluarga Pecah

Namun, ia menegaskan pembangunan fasilitas saja tidak cukup. Dukungan penambahan armada pengangkut tetap menjadi kebutuhan mendesak agar sistem pengelolaan sampah bisa berjalan efektif.

“Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk dari Pak Fasha, agar persoalan sampah ini bisa ditangani lebih optimal,” pungkasnya.

Selain mendengarkan keluhan dari DLH, Fasha juga menampung aspirasi dari pengelolal TPS 3 R dan Bank Sampah yang juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Mereka juga meminta bantuan dari Fasha terkait fasilitas dan sarana prasarana penunjang TPS 3 R yang mereka kelola.

Menanggapi keluhan itu, sebagai pengantar, Fasha menyebut, Kota Jambi, Muaro Jambi dan Batang Hari bisa membuat sebuah TPA regional. Karena syaratnya harus 1000 ton volume sampah/hari. Sementara di Kota Jambi volumenya hanya 4.000-4.500 sampah.


Berita Terkait



add images