JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL Dari pemberitaan di media, bahwa pihak BNNP Jambi menggiring 5 PNS yang diduga terlibat narkoba dari kawasan perkomplekan Abadi Kota Jambi. Hal ini langsung dibantah oleh seorang dari 5 PNS yang terjaring razia pada malam itu.
Syafrun salah seorang PNS yang diduga terlibat oleh BNN Provinsi Jambi, membenarkan memang ada gelar razia oleh BNN Provinsi, dan ia bersama teman-temannya ikut di tes dalam razia tersebut. Setelah melakukan tes, ia bersama teman-temannya divonis positif, tapi dirinya tidak diberitahu apa yang positif tersebut.
"Awalnya memang dites. Terus kita dibilang positif be, kita tanyakan positif apa tapi dak dijawab. Malah kita diangkut ke kantor BNN," ujarnya ketika dihubungi, Kamis (7/5).
Karena tidak merasa menggunakan barang haram tersebut, dia bersama temannya protes dan meminta tes urine ulang. Ia merasa ada kejanggalan pada tes pertama tersebut.
"Setelah kita protes dan tes ulang lagi dengan dokternya di klinik BNN, disitu lah kita tahu bahwa hasilnya negatif," bebernya.
Setelah keluar hasil yang diklinik, kata dia pihak BNN meminta maaf, karena kata Safrun alat yang digunakan pada malam tes tersebut kurang falid.
"Ada dikeluarkan surat dari mereka bahwa kita itu negatif. Alasan malam itu positif, katanya malam itu alatnya kurang falid. Setelah dicek di klinik bnn kita negatife. Kami pegang surat dari bnn bahwa itu negatif. Dan meraka mengakui kalau itu ada kesalahan," tutup Syafrun.
Pihak BNNP Jambi yakni Kabid Pemberantasan saat dihubungi via ponselnya tidak menjawab. Kemudian di SMS juga tidak dibalas.
(sun)
