iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, KERINCI Orangtua harus benar-benar menjaga buah hatinya, apalagi masih kecil, jika tidak ingin terjadi terhadap M Ibnu balita berusia 19 bulan warga Siulak Deras, Kerinci.

Bocah tersebut hanyut akibat kelalaian orangtuanya. Kejadian ini terjadi, Sabtu (9/5) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kejadian bermula korban dan ibundanya mengantar keluarganya berobat di Hiang di rumah tukang pijat tradisional, pak Zaki di RT 3 Desa Angkasa Pura, Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut menggunakan mobil sekitar pukul 18.30 WIB.

Setiba dirumah tukang pijat beberapa orang keluarga dan M Ibnu turun dari mobil, sedangkan ibunda M Ibnu menunggu di mobil. Orangtua Ibnu menduga anaknya ikut masuk ke rumah pak Zaki bersama keluarganya yang akan dipijat. Sementara pihak keluarga yang berada di rumah menduga M Ibnu tengah bersama ibunya di mobil.

Beberapa saat kemudian keluarga dan Ibu korban mencari korban, namun mereka tidak menemukan keberadaan Ibnu. Warga Desa Angkasa Pura yang mengetahui hilangnya anak balita tersebut memadati lokasi dan ikut membantu pihak keluarga mencari keberadaan balita tersebut.

Setelah dua jam dicari M Ibnu ditemukan warga di Desa Koto Iman, Kecamatan Danau Kerinci dalam kondisi tak bernyawa. Korban ditemukan hanyut disebuah saluran air di Desa Koto Iman. Diduga, Ibnu terjatuh ke saluran air saat bermain di sekitar rumah Pak Zaki.

"Korban ditemukan di Desa Koto Iman dalam kondisi sudah meninggal dunia, diduga korban jatuh ke saluran air dan hanyut," ujar Kabag Ops Pores Kerinci, Asril Syam.

(dik)

 


Berita Terkait