JAMBIUPDATE.COM, JAMBI - Hingga kini penyidik Subdit Gakkum Direktorat Polair Polda Jambi masih menyelidiki insiden meledaknya Kapal tongkang Sentana IV Belawan. Dalam penyidikannya, korban yang mengalami luka bakar 60 persen di tubuhnya belum bisa dimintai keterangannya.
Hal ini dikatakan Kasubdit Gakkum, AKBP Helly. Disebutkannya, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi terkait kapal pengangkut BBM jenis premium sebanyak 2.800 Kilo Liter, yang terbakar Senin (11/5) dini hari lalu.
"Masih dalam penyelidikan. Saya belum mendapatkan laporannya. Sekarang masih dalam proses," ujar AKBP Helly, saat dikonfirmasijambiupdate.com, via ponselnya, Kamis (14/5).
Ditambahkannya. "Korban belum kita periksa. Dia masih dirawat," tambahnya.
Selain itu, untuk kapal tongkang itu sendiri, hingga kini masih berada di lokasi saat meledak, yakni di Sungai Batanghari, tepatnya di wilayah Kasang. Posisinya tidak jauh dari Jembatan Pedestarian. Garis polisi pun, kata AKBP Helly masih terpasang.
Seperti diberitakan, Kapal milik PT Martha Fasifik ini terbakar setelah melakukan pembongkaran minyak jenis premium di Depot Pertamina Jambi, yang berlokasi di Kasang, Kota Jambi. Ledakan terjadi di tengah Sungai Batanghari yang lokasinya tidak jauh dari tempat pembongkaran minyak.
(pds)
