Budaya yang tak bagus selama ini yang dilakukan para siswa sekolah yang dinyatakan lulus, yakni melakukan aksi konvoi, dan ada juga melalukan aksi coret-mencoret pakaian seragam sekolah yang masih layak pakai. Foto : Hadinata / Jambiupdate
Budaya yang tak bagus selama ini yang dilakukan para siswa sekolah yang dinyatakan lulus, yakni melakukan aksi konvoi, dan ada juga melalukan aksi coret-mencoret pakaian seragam sekolah yang masih layak pakai. Foto : Hadinata / Jambiupdate

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Sebentar lagi, pengumuman kelulusan siswa SMP sederajat akan tiba. Tak begitu lama setelah diumumkannya kelulusan siswa SMA sederajat.

Namun, ada budaya yang tak bagus selama ini yang dilakukan para siswa sekolah yang dinyatakan lulus. Seperti siswa sekolah SMA, beberapa hari yang lalu usai kelulusan melakukan aksi konvoi, dan ada juga melalukan aksi coret-mencoret pakaian seragam sekolah yang masih layak pakai, bahkan merusakan fasilitas umum.

Lalu, bagaimana dengan siswa SMP sederajat. Apakah, melakukan hal yang sama dengan mencoret baju sekolahnya untuk kesenangan sesaat, yang dinilai sangat melanggar nilai dan norma serta etika dalam dunia pendidikan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun, saat ini tengah melakukan persiapan demi persiapan dalam pelaksanaan pengumuman kelulusan siswa SMP sederajat, yang diperkirakan akan dilakukan pada 27-28 Mei mendatang.

Salah satunya, pemberian sanksi bagi pihak sekolah yang ketahuan ada siswa-siswinya yang melakukan aksi konvoi, ugal-ugalan ataupun aksi coret mencoret pakai maupun fasilitas umum.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sarolangun, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Murtoyo, saat mengatakan, pihaknya sudah menghimbau kepada seluruh sekolah SMP di Kabupaten Sarolangun untuk menerapkan pengumuman kelulusan dengan tertib dan tenang, serta tidak membiarkan para siswa melakukan budaya yang tak bagus tersebut.

Akan diberikan sanksi, kepada kepala sekolah yang sekolahnya ada anak-anak yang melakukan konvey, coret mencoret. Apalagi saat ini kita dalam nuansa bulan suci ramadhan," katanya. (hnd)


Komentar

Rekomendasi




add images