FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK. Galih, Rey, dan Pablo Lakukan Tes Kesehatan di Polda Metro Artis Galih dan Pablo didampingi penyidik untuk melakukan tes kesehatan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, (12/7).
FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK. Galih, Rey, dan Pablo Lakukan Tes Kesehatan di Polda Metro Artis Galih dan Pablo didampingi penyidik untuk melakukan tes kesehatan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, (12/7).

JAMBIUPDATE.CO, Jakarta - Tersangka kasus video ikan asin, Galih Ginanjar terpaksa dimasukan ke sel tikus di Rutan Polda Metro Jaya. Hal itu lantara, Pengacara Farhat Abbas membuat rekaman video permintaam maaf Galih sewaktu menjengkunya beberapa hari yang lalu.

Ginanjar sudah dimasukkan sel tikus. Sel isolasi. Enggak boleh dijenguk, Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas, Selasa (6/8).

Barnabas mengakui, anak buahnya kecolongan. Untuk itu, dirinya dengan tegas memberikan sanksi terhadap anak buahnya yang telah mengizinkan Farhat membesuk membawa alat perekaman.

Teguran dari saya, bagaimanapun juga, apapun anggota saya kurang jeli, aturan seperti itu. Ya teguran keras, sampai dua kali grounded, kata Barnabas.

Barnabas menjelaskan, siapa pun yang hendak mebesuk, tidak dibolehkan membawa Henphone atau alat perekaman lainnya.

Jadi siapapun yang besuk itu HP (ponsel) tidak boleh dibawa, kan diperiksa oleh anggota kita. Ya mungkin dia menyembunyikan di suatu tempat, pungkasnya.

Sementara itu, Farha Abbas mengaku kecewa dengan keputusan Polisi memasukan kliennya itu ke sel isolasi. Farhat mengaku telah diizinkan untuk membawa HP saat menjenguk.

Saya sudah minta izin sama petugas kok, memang awalnya tidak diizinkan. Apa salahnya, itu kan video permintaan maaf, bukan yang anedh-aneh, ujar Farhat.

Farhat mengaku tidak ada niat untuk mempermalukan Galih.

Enggak ada niat mempermalukan. Video positif dan bagian dari mediasi aja, jelas dia. (fin).


Sumber: fin.co.id

Komentar

Rekomendasi




add images