Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Berbagai upaya terus dilakukan oleh UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kota Jambi, untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga maupun tindakan pelecehan.

Adapun salah satu caranya yakni, melakukan pelatihan terhadap pendamping Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Selain itu, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelaporan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Karena banyak perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan, namun, enggan melapor. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Sekretaris UPTD PPA Kota Jambi, Irwansyah, Jumat (23/8).

Dari data yang didapat, sejak Januari 2019 hingga 31 Juli 2019, terdapat 33 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masuk ke UPTD PPA Kota Jambi. Terdiri dari 18 kasus kekerasan terhadap anak dan 15 kasus kekerasan terhadap perempuan.

Namun, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak diyakini lebih banyak dari jumlah kasus yang saat ini dilaporkan dan ditangani oleh UPTD PPA kota itu. Banyak hal yang menyebabkan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut enggan melapor, sejumlah besar korban diduga karena malu.

“Memang trendnya meningkat, tapi fakta di lapangan bisa berkurang dan bertambah. Sebab, masyarakat enggan melapor, malu.” sebut Irwansyah.

Dengan hadirnya pendamping KDRT tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota itu. Karena dengan korban melapor, korban akan mendapatkan perlindungan dan pendampingan, baik perlindungan secara fisik dan psikologis, serta perlindungan hukum. (hfz)


Komentar

Rekomendasi




add images