"Kotoran tersebut keluar dari lubang vaginanya Saat saya dan adik saya memeriksa Elisa dengan teliti, kami sungguh terkejut saat mengetahui bayi saya itu tidak memiliki lubang anus," ungkapnya.
Waktu itu, Elisa pun segera dibawa kembali ke RS Islam Arafah. Pihak rumah sakit memeriksa dan akhirnya merujuk ke RS. DR. Bratanata. Namun, pihak RS. DR. Bratanata menyatakan bahwa biaya operasi pembuatan lubang pembuangan kotoran di perut Elisa akan memakan biaya yang sangat besar.
"Biayanya kurang lebih Rp 20 juta. Saya tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan biaya tersebut,. Kami pun masih menumpang tempat tinggal di rumah adik Saya," imbuhnya.
Dirinya pun berusaha meminta bantuan kepada sejumlah pihak, termasuk kepada Bupati Muaro Jambi Masnah Busro. Namun, hingga kini belum mendapat jawaban.
"Berat Elisa pun sempat menyusut menjadi 2 kg. Sementara untuk bisa dioperasi, Elisa harus dalam kondisi berat badan 8 kg," jelasnya.
Sejauh ini, Dirinya berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Elisa agar bisa dioperasi. "Sekarang beratnya sudah perlahan naik jadi 4,5 kg," tukasnya.
Sementara itu, Ivan Wirata, menyebutkan, jika Dirinya mendapat kabar ini dari pesan yang dikirim oleh salah satu kerabat Elisa melalui media sosialnya.
"Kalau Saya tidak ada kegiatan di kantor, Saya memang selalu turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi," kata IW anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Batanghari-Muari Jambi ini.
