JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Klaim China atas perairan Laut Natuna ditanggapi serius pemerintah Indonesia. Upaya diplomatik akan ditempuh dalam menangani permasalahan ini. Presiden Joko Widodo bersikap tegas. Penanganan klaim China dilakukan dengan diplomasi damai.
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan, berdasarkan arahan Jokowi, pemerintah Indonesia bersikap tegas sekaligus memprioritaskan usaha diplomatik damai dalam menangani konflik di perairan Natuna. Fadjroel mengutip pernyataan Jokowi soal sikap terkait klaim China atas Natuna.
“‘Tak ada kompromi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia’, tegas Presiden Jokowi,” kata Fadjroel mengutip Jokowi di Jakarta, Sabtu (4/1).
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto diketahui akan mengambil sikap menindaklanjuti kasus klaim Natuna oleh China dengan pendekatan damai. Jalan damai ini disebut sebagai prinsip pertahanan.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga Menhan RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, Prabowo akan menggunakan prinsip diplomasi seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. “Prinsip pertahanan kita yang defensif bukan ofensif. Maka penyelesaian masalah selalu mengedepankan upaya kedua prinsip di atas. Maka langkah-langkah damai harus selalu diprioritaskan,” kata Dahnil di Jakarta, Sabtu (4/1).
Dia menjelaskan, langkah damai bukan berarti tidak bersikap tegas. Langkah damai disebut sebagai jalur diplomasi. Indonesia sudah menegaskan klaim China bertentangan dengan hukum internasional yang sah. Tapi China tetap menganggap perairan Laut Natuna bagian dari negaranya.
