Amri Ikhsan.
Amri Ikhsan.

Oleh: Amri Ikhsan

Dampak belajar di rumah selama Pandemi COVID-19, memunculkan masalah baru pada kondisi anak. Metode pembelajaran jarak jauh dengan belajar di rumah selama pandemi covid-19 rupanya membuat anak-anak stres dan lelah. Meski di rumah, mereka juga merasa kurang istirahat. Ada banyak tugas-tugas yang diberikan guru dinilai berat dan pemberian tugas kerap tanpa interaksi. (KPAI)

Dilain pihak, pemerintah sedang mendisain new normal selama pandemi ini termasuk dalam dunia pendidikan, dimana kebiasaan lama dalam melaksanakan pendidikan tidak bisa menjadi patokan, karena pandemi covid-19.

Tidak ada pilihan lain, guru wajib’ beradaptasi dengan new normal, agar tidak ditinggalkan siswanya. Kreativitas, Inovasi, komunikasi santun adalah kuncinya. Pembelajaran dengan inovasi dan kreatif dan disampaikan dengan santun. Pembelajaran tidak hanya dengan ceramah ‘manjang’, menggunakan LKS, dan penugasan, dll.

Pandemi membawa pengaruh emosional terhadap siswa. Banyak siswa yang merasa terisolasi dari relasi pertemanan, takut karena wabah, bosan dengan situasi di rumah, merasa malas, ‘bawaan ngantuk’, semuanya serba salah, dirumah bosan, kelaur tidak boleh.

Tentu banyak skenario yang bisa dilakukan selama new normal ini, protokol kesehatan yang ketat: 1. proses skrining kesehatan bagi guru dan karyawan sekolah; 2) pengaturan jarak dengan prinsip social distancing dan physical distancing; 3) mengajak warga sekolah untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kemudian, 4) menyediakan alat pengukur suhu (thermo gun); 5) menyediakan wastafel/tempat cuci tangan, lengkap dengan sabun; 6) Menyediakan disinfektan untuk membersihkan sarana sekolah, laboratorium, ruang ibadah secara periodic.

Selanjutnya, 7) mengatur jarak bangku didalam kelas; 8) membawa bekal makanan dan minuman dari rumah; 9) mengenakan Masker; 10) tidak memberikan tugas yang bahan/kertasnya berasal dari guru, siswa menggunakan bahan/kertas kerja milik sendiri, dll.

Tapi, hal protokol ini belumlah cukup. Harus ada tindak psikologis untuk membantu siswa belajar dengan tenang dan semangat. Sangat disarankan kepada guru dan orang tua untuk lebih santun berkomunikasi dengan siswa.

Dalam proses pembelajaran, guru mempunyai peran yang sangat penting. Salah satunya, guru dituntut mampu menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif sehingga siswa dapat melakukan pembelajaran dalam suasana psikologis yang mendukung dengan memperhatikan kondisi setiap siswa dan membantunya ke arah perkembangan yang optimal (Surya, 2006:46). Suasana pembelajaran yang kondusif tersebut hanya dapat diciptakan, jika guru bersikap ramah kepada siswa. Guru menggunakan bahasa yang santun, sehingga tidak mengancam muka siswa.


Komentar




add images