Jubir Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Jambi, Johansyah.
Jubir Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Jambi, Johansyah.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Angka kasus Covid19 di Provinsi Jambi kembali mengalami penambahan menjadi 99 kasus positif pada Kamis (4/6). Penambahan ini setelah 9 hari sebelumnya tak ada penambahan kasus.

Juru bicara gugus tugas Covid19 Provinsi Jambi Johansyah mengumumkan penambahan berasal dari Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjab Timur.

Mereka adalah pasien nomor 98 asal Kabupaten Tanjab Timur. "Berinisial SP, Perempuan 46 tahun, dirawat di RSU Nurdin Hamzah status ODP, keterangan pasien ini berprofesi pedagang di Lambur 2," sampainya.

Selanjutnya pasien nomor 99 berasal dari dari Kabupaten Muaro Jambi. "Berinisial AH laki-laki umur 26 tahun, dirawat di RSUD Raden Mattaher status OTG, keterangan cluster masih dilacak (tracking)," jelasnya.

Selain penambahan positif Johansyah juga mengumumkan 10 pasien sembuh tambahan pada (4/6). Ini menyusul 17 pasien sembuh sebelumnya, atau total sudah ada 27 sembuh sejauh ini. "10 sembuh baru ini setelah uji swab mereka dinyatakan negatif 2 kali berturut-turut,  selanjutnya diperbolehkan pulang dan isolasi mandiri 14 haru," papar Johansyah.

Total sejauh ini kata Johansyah, tinggal 72 pasien positif yang diisolasi dan 27 sudah sembuh. "Dari jumlah kasus 99 terkonfirmasi positif, sedangkam hasil swab yang kita tunggu lagi ada 77," jelasnya.

Untuk pasien yang dinyatakan sembuh

paling banyak berasal dari Kota Jambi sebanyak 3. Lalu diikuti 2 dari Kota Sungai Penuh, 2 orang dari Bungo, 2 orang dari Merangin dan 1 orang dari Batanghari.

Johansyah merincikan positif Covid19 yang sembuh yakni pasien 56 asal Bungo, inisial AM laki-laki umur 53 tahun, dirawat di RSU Hanafi, merupakan klaster Gowa. Lalu Pasien 64 asal Sungai Penuh, inisial ER Pasien 64,  perempuan umur 38 tahun, dirawat di RSU A.Thalib, merupakan pedagang pasar.

Selanjutnya Pasien 86 asal Bungo, laki-laki umur 50 tahun, dirawat di RSU Hanafi, merupakan perjalanan dari Cibubur. " Lalu ada Pasien 27 asal Merangin, inisial KU, perempuan umur 7 tahun, dirawat di RSU Abunjani, merupakan klaster Gowa.Kemudian ada Pasien 52 asal Sungai Penuh, inisial NV, laki-laki umur 36 tahun, dirawat di RSU A Thalib, merupakan kontak pasien 07 Klaster Malaysia," jelasnya.

Selanjutnya, ada tiga pasien yang berasal dari Kota Jambi dan sebelumnya punya riwayat pengobatan di RS siloam. Tercatat pasien ini mendapat dinyatakan positif pada 16 Mei atau hanya 18 hari mendapatkan perawatan. " Pertama, Pasien 78 , inisial LP perempuan umur 38 tahun, dirawat di RS Siloam, merupakan pasien cuci daerah. Kedua, Pasien 76 , inisial ON laki-laki umur 70 tahun, sebelumnya merupakan pasien patah tulang, serta ketiga pasien 79 , inisial MP laki-laki umur 50 tahun sebelumnya pasien cuci darah," paparnya.

Selebihnya untuk pasien sembuh lainnya yakni pasien 20 asal Merangin, inisial A laki-laki umur 36 tahun, dirawat di RSU Abunjani, merupakan klaster Gowa.

Kemudian, pasien 85 asal Batanghari, inisial FA laki-laki umur 27, dirawat di RSU Hamba, merupakan klaster Gowa.

Terkait pasien sembuh ini Johansyah mengatakan dipengaruhi oleh imun pasien itu sendiri. Ini sangat mempengaruhi hasil uji swab mereka, walaupun hasil uji swab cenderung lama keluar karena harus antri di Balitbang Kemenkes RI. "Ini tergantung imun pasien, karena tak ada pembedaan penanganan untuk pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) dan status lainnya. Jika sudah diisolasi di RSU maka sama saja," sebutnya.

Ditanya apa saja asupan yang diberikan terhadap pasien selama perawatan Johansyah menyebut sesuai ketentuan yang berlaku. "Pasien positif minum obat dan pemberian makanan yang bisa menambah imun pasien," tandasnya. (aba)


Komentar




add images