iklan

Sedangkan Muaro Jambi memiliki pengembangan potensi spesifik sebagai sentra Industri. Terkahir Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dengan pengembangan potensi spesifik perikanan.

"Ini akan menjadi prioritas utama pasangan calon nomor 2. Saya bersama bapak Syafril Nursal, juga akan memprioritaskan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi dan panen komoditas pertanian dan perkebunan, sehingga Jambi akan bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan sembilan bahan pokok,” sebutnya.

Dalam pernyataan penutup Fachrori Umar juga berhasil menggugah pemilih. Ia bertekad akan memajukan Provinsi Jambi saat terpilih menjadi gubernur Jambi 2020-2024.

Gerak pembangunan Jambi ke depan, kata Fachrori tidak dapat ditopang oleh pencitraan yang semu. Menurutnya yang terpenting adalah karakter pribadi yang konsisten pada nilai seperti amanah, dan profesional yang ditanamkan ke seluruh eleman semestinya menjadi landasan untuk membangun Jambi lima tahun ke depan.

“Tidak perlu pencitraan dan ahli berbicara, namun kemampuan dan bekerja keras bagaimana memahami menjadi syarat utama agar pemerintahan berjalan dengan baik dan amanah dan selalu berjalan di jalur yang benar,” ucap.

Calon petahana yang juga mantan hakim ini berjanji akan mendedikasikan pengalamannya dalam mengelola pemerintah atas prinsip profesional dan amanah. Ia juga menekankan prinsip kejujuran yang selalu dipakai selama menjalankan roda pemerintahan agar tata kelola pemerintah selalu mendapat keberkahan.

“Pengalaman saya selama ini baik sebagai wakil gubernur masa Pak HBA maupun Zumi Zola maupun sebagai gubernur Jambi definitif mengajarkan saya bahwa kejujuran hal yang paling penting saat menjalankan amanah," tegasnya.

Sementara itu, Pengamat Jambi Literasi Bodi Kurniawan menyebutkan, paparan visi misi Fachrori Umar dinilai lebih jelas dan mudah di pahami. "Dari substansi visi-misi, Fachrori unggul dibanding kandidat lain. Semua penjabaran visi misinya, menurut saya lebih terukur dan sistematis, yang lain lebih asyik dengan retorika" katanya.

Kandidat doktor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menilai, Fachrori tidak terjebak dalam retorika yang memukau. Yang dinilai, kata Bodi, apakah visi misi visible atau tidak, bukan pada retorika yang tidak original, "Bagi saya itu ukurannya bukan retorika, tapi isi," ucapnya.

Ia mencontohkan soal penataan pembangunan daerah spesifik. Hal ini tidak muncul dalam visi kandidat lain. Padahal, ini faktor fundamental bagaimana pembangunan Jambi dapat terkonsentrasi pada basis karakter dan kultur masing-masing daerah.

Lebih jauh dia mengungkap, soal peningkatan kualitas komoditas unggulan Jambi seperti sawit, kopi, karet dan kulit manis. Hal itu cukup tergambarkan kandidat nomor urut 2. "Tidak hanya berorientasi untuk mendekatkan potensi daerah dengan sentra industri, tetapi yang paling penting juga memperbaiki kualitas potensi kita," tukasnya. (*/wan)


Berita Terkait



add images