Ilustrasi.
Ilustrasi. (Dok Jambiupdate)

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Konstelasi politik jelang perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi Desember mendatang, terus menggeliat.

Berbagai upaya dalam rangka memikat hati masyarakat untuk mendongkrak perolehan suara dalam kontestasi politik paling bergensi di Provinsi Jambi ini pun terus dilakukan oleh para kandidat.

Salah satu yang menjadi perhatian penting dalam mendulang suara yakni merangkul pemilih yang masih mengambang atau biasanya disebut swing voters untuk bisa memenangkan gelanggang demokrasi kali ini.

Swing voters adalah istilah untuk para pemilih rasional yang dapat berubah pilihan sesuai dengan ide atau gagasan tertentu. Mayoritas dari swing voters ialah generasi milenial yang banyak mengakses internet dan mendapatkan informasi di media sosial.

Bahkan, jumlah swing voter pada Pilgub Jambi Desember mendatang diperkirakan sebesar 30 Persen. Tentunya angka ini cukup besar seiring dengan jumlah partisipasi pemilih yang diprediksi akan menurun akibat pandemi Covid-19.

Pengamat Politik Jambi, Citra Darminto, mengatakan, melihat kekuatan masing-masing kandidat yang bertarung yakni padangan CE-Ratu, pasangan Fachrori-Syafril dan pasangan Haris-Sani, swing voter bisa menjadi penentu kemenangan dalam kontestasi Pilgub Jambi Desember mendatang. 

"Saya tidak menyebut bagaimana Saya mengkalkulasikannya, namun Saya perkirakan jumlah swing voter kisaran 30 persen," katanya kepada Jambi Ekspres, kemarin.

Penyebab munculnya swing voter, kata Citra, karena dua faktor. Pertama karena memang belum memiliki pilihan dan kedua karena sudah memiliki pilihan tapi masih mempertimbangkan beberapa hal. 

"Saya melihat rata-rata swing voter mereka baru akan menentukan pilihan sebelum atau kurang lebih seminggu sebelum pemilihan atau pencoblosan baru akan menentukan pilihan," jelasnya.

Citra melihat, ada beberapa penyebab mengapa swing voters ini selalu ada setiap kontestasi politik, penyebab pertama bisa dikarena mereka biasanya tidak nyaman dengan tingkah laku para kandidat atau partai pengusung maupun tim sukses kandidat.

"Kedua disebabkan visi misi, ide dan gagasan yang ditawarkan kandidat dinilai tidak masuk akal," bebernya.

Penyebab lain, kata Citra, bisa saja pendidikan politik di masyarakat yang masih rendah, sehingga setiap ada pelaksanaan Pilkada masih banyak masyarakat yang tidak mau ambil pusing terhadap siapun kandidat yang akan berkompetisi.

"Kunci pendidikan politik bagi masyarakat kita sangat penting, kalau tidak masyarakat kita selalu menghidar kalau udah cerita politik dan tidak mau ambil pusing, ini yang memunculkam swing voter selalu tumbuh di sebagian masyarakat kita," tukasnya. 

Jubir Fachrori-Syafril, Saiful Roswandi, mengatakan, bahwa pihaknya sangat optimis bisa merangkul semaksimal mungkin swing voter ini untuk memilih Fachrori-Syafril dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

"Dari data internal kita, jumlah swing voter itu sekitar 7-8 persen. Kita optimis bisa merangkul 100 persen swing voter ini," katanya saat dikonfirmasi harian ini, Jumat (4/12) kemarin.

Salah upaya untuk merangkul swing voter itu, kata Saiful, hingga saat ini mesin politik Fachrori-Syafril terus melakukan sosialisasi dan mengkampanyekan program andalan ke masyarakat sesuai dengan latar belakang masing-masing.

"Swing voter memiliki latarbelakang yang berbeda-beda. Jadi program yang kita sampaikan itu harus sesuai dengan segmen masing-masing," tegasnya.

Dia mencontohkan, jika seandainya swing voter pengangguran, maka pihaknya akan menyampaikan sejumlah program dimana akan dijanjikan bisa mendapatkan pekerjaan, seperti salah satu program yakni inkubator.

"Kalau emak-emak, biasa masalah ekonomi. Kita akan pstikan seluruh anggaran nanti, 100 persen untuk membangun sumber daya manusia," tukasnya.

Direktur Center CE-Ratu, Desi Arianto, mengatakan, bahwa pihaknya sangat optimis bisa merangkul swing voter untuk menjatuhkan pilihan ke CE-Ratu di Pilgub Jambi Desember mendatang.

"Meski angka tidak begitu besar, namun hal ini tentu tak luput dari perhatian kita. Kita sangat optimis bisa maksimal meyakinkan para swing voter ini," katanya.

Terlebih lagi, kata Desi, telah dirilis hasil survei terkait Pilgub Jambi oleh salah satu lembaga survei profesional beberapa waktu lalu dengan indikator dan prosedur yang jelas.

"Sangat optimis, karena swing voter itu dalam posisi dalam keraguan. Dengan dirilis hasil survei tidak lagi dengan CE-Ratu," tegasnya.

Menurutnya, dengan adanya hasil survei tersebut tentunya siwing voter ini akan mendapatkan keyakinan dengan program dan pengalaman yang dimiliki CE-Ratu sudah sangat terbukti dan dicintai masyarakat.

"Bgi pemilih yang belum menentukan pilihannya tentu akan yakin dengan CE-Ratu," tukasnya. 

Jubir Haris-Sani, Hasan Mabruri, menyebutkan, bahwa hingga saat ini secara struktur mesin politik pemenangan Haris-Sani terus bergerak hingga ke akar rumput.

"Tim kita terus menyampaikan pesan program ke masyarakat tentang apa yang akan dilakukan oleh Haris-Sani terpilih nantinya," katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Bohok ini, swing voter ini merupakan pemilih yang belum menentukan pilihan dikarenakan kurangnya informasi terhadap program Paslon.

"Tentunya beberapa hari kedepan akan kita maksimalkan untuk menyampaikan program kita untuk bisa meyakinkan swing voter ini," tegasnya.

Dirinya optimis, bisa merangkul swing voter ini dengn maksimal. "Kita tentu akan berupaya maksimal. Karena swing voter ini kurang informasi," tukasnya. (wan)


Komentar

Rekomendasi




add images