iklan Ilustrasi maskapai penerbangan. Foto: Pixabay
Ilustrasi maskapai penerbangan. Foto: Pixabay


Mereka yang kembali ke Arab Saudi dari salah satu negara Eropa atau negara mana pun di tempat strain baru muncul, diarahkan untuk mengisolasi mandiri di rumah selama dua minggu, dan menjalani swab test PCR selama masa isolasi setiap lima hari.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan (WHO), per Selasa, 2 Februari 2021 pukul 04.48, kasus positif COVID-19 di Arab Saudi telah mencapai 368.329 kasus, dengan 6.379 kasus kematian.

Kendati keluarnya kebijakan pelarangan itu, Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah, Endang Jumali memastikan, pemulangan jamaah umrah Indonesia sesuai jadwal seiring Arab Saudi yang menutup akses kedatangan warga negara dari luar negeri.

“Jadwal kepulangan jamaah umrah masih tetap berjalan, sesuai jadwal. Kalau untuk ke luar dari Saudi, tidak ada masalah,” kata Endang dalam pernyataannya.

Saudi sempat membuka penyelenggaraan ibadah umrah pada masa pandemi untuk warga negara di luar kerajaan pada 1 November 2020. Hingga 2 Februari 2021, total kedatangan jamaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi mencapai 2.603 orang.

“Saat ini sebanyak 670 jamaah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Mereka sedang menjalankan ibadah umrah dan menunggu jadwal kepulangannya,” ujarnya.

Endang mengatakan, jamaah umrah Indonesia tersebut terus menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus SARS-CoV-2.

“Selama di Saudi, mereka tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan sesuai kebijakan pemerintah setempat,” pungkasnya. (der/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait



add images