iklan Tangkapan layar.
Tangkapan layar.


“Banjir 15-20 cm di Kolong Semanggi, pengendara diimbau agar hati-hati,” begitu tulis akun twitter Polda Metro Jaya pada April 2020 lalu.

Tangkapan layar cuitan ini viral dan disandingkan dengan cuitan Polda Jateng.

“Di luar Jakarta, air dengan ketinggian 1,5 meter di sebut ‘GENANGAN’. Namun di Jakarta air dengan ketinggian hanya 15-20cm di sebut ‘BANJIR’. Jadi kalian taulah siapa sesungguhnya BIANG dari para penghasut dan penyebar racun opini sesat di media sosial,” tulis netter dengan nama __pahlevi.

“Kalo di Jakarta genangan 15-20 cm di bilang banjir..kalo buzzer receh itu yg bikin fitnah. Nah Semarang udah 1,5 meter banjir di bilang cebong sarapan, itu genangan air,” kata akun Fahmi Alkatiri.

“Sekarang kalian tau kan bedanya genangan sama banjir??!!! Banjir itu semata kaki…kalo genangan pala lo psti kelelep!! Logika aparat yg ngerangkap buzzer,” tulis akun Tyas431.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan banjir yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah, karena curah hujan yang ekstrem. Selain itu, banjir disebabkan oleh pasang air laut yang cukup tinggi.

Dari hitungan hidrologi, periode ulangnya setiap 50 tahun,” katanya di sela pengecekan ke Kawasan Kota Lama dan sejumlah lokasi banjir di Kota Semarang, Sabtu, 6 Februari 2021.

Basuki menjelaskan, drainase di Kawasan Kota Lama yang sudah selesai direvitalisasi tersebut sudah didesain untuk mencegah banjir. Namun begitu, sudah tiga pompa air yang dioperasikan untuk memompa air ke Kali Semarang. (FIN)


Sumber: www.fajar.co.id

Berita Terkait



add images