iklan FOTO : Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network
FOTO : Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network


Ia menambahkan, sejauh ini prognosa dari Kementerian Pertanian (Kementan) terkait kondisi produksi tanaman pangan cukup bagus dan belum ada laporan adanya defisit pangan.

“Kalau yang lain kondisinya juga masih bagus seperti beras. Prognosa teman-teman Kementan masih tinggi, jadi cukup aman. Kalau ketersediaan cukup aman,” ucapnya.

Terpisah, Pakar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas mengatakan, dari sisi ketersediaan stok pangan khususnya di musim hujan, diyakini olehnya tidak ada masalah. Ia mengacu pada pemaparan Bulog beberapa waktu lalu, di mana disebutkan stok bahan pangan khususnya beras, tersedia cukup aman hingga beberapa bulan ke depan.

Namun demikian, kata dia, hal yang mesti diperhatikan justru peningkatan biaya produksi oleh petani pada musim hujan seperti ini. Padahal di sisi lain, tidak ada kenaikan Harga Pokok Produksi (HPP) yang ditetapkan untuk produk pangan strategis khususnya beras.

“Beberapa produk hortikultura memang perlu jadi perhatian, tapi kalau misal terjadi kenaikan harga ya pemerintah jangan mengintervensi terlalu dalam. Karena musim basah ini biasanya yang relatif agak terganggu itu hortikultura karena kan dia tetap harus dipupuk,” ujar Andreas kepada FIN, kemarin.

Sebagaimana diketahui, ketersediaan stok dan distribusi bahan pangan sangat memengaruhi harga di pasaran. Sementara itu, harga pangan pokok seperti cabai hingga bawang, sangat memengaruhi tingkat inflasi di dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) awal Februari, tingkat inflasi pada Januari 2021 sebesar 0,26 persen secara month on month (mtm). Inflasi Januari disebabkan adanya kenaikan harga sejumlah bahan pangan seperti cabai rawit, ikan segar, tempe, tahu, daging ayam, daging sapi, ikan diawetkan, bayam, kacang panjang dan kangkung.

Inflasi pada sektor makanan juga disumbang dari kenaikan harga kol putih/kubis, melon, minyak goreng, dan rokok kretek filter yang menyumbang inflasi sebesar 0,81 persen dengan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,21 persen. (git/din/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait



add images