Sementara itu, Vivek Kumar Pandey, pejabat penanganan bencana lain menerangkan 80 meter di dalam terowongan sudah dibersihkan dan bisa diakses.
“Namun tampaknya, masih ada 100 meter lagi di bagian dalam terowongan yang belum dibersihkan dari puing-puing,” kata Pandey.
Pandey menambahkan, bahwa saat ini ratusan anggota tim penyelamat terus menjalankan tugasnya sepanjang Senin, dibantu militer dari angkatan darat, udara, dan laut.
Banjir besar itu, menurut otoritas, bisa saja disebabkan longsoran salju. Mungkin juga dipicu kantong air dalam gletser meledak.
Dalam beberapa tahun terakhir, gletser di sana terus mencair. Pakar menyebut sebagian karena pemanasan global, ada juga karena pembangunan pembangkit listrik.
Pada 2013, banjir bandang membunuh 6.000 orang dan membuat rencana penerapan proyek lainnya di Uttarakhand harus dikaji ulang.
Vimlendhu Jha, pendiri LSM Swechha berkata, bencana ini adalah “pengingat suram” dari perubahan iklim maupun proyek seperti pembanguna jalan.
Dapat diketahui, sebuah video di media sosial memperlihatkan luapan air sungai menerjang area Uttarakhand, menyebabkan kehancuran di jalur yang dilewatinya.
Seorang saksi mata melihat air disertai material bebatuan di Sungai Dhauli meluap begitu cepat sehingga otoritas setempat tidak sempat membunyikan alarm. (der/fin)
Sumber: www.fin.co.id
