iklan Foto: pixabay.com
Foto: pixabay.com

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Banjir bandang yang disebabkan longsornya gletser di daerah Tapovan, India pada Minggu (7/2/2021) waktu setempat menewaskan 18 orang tewas dan 200 hilang.

Dikutip dari laman Anadolu Agency, Senin (8/2/2021), jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah. Tim SAR masih mencari ratusan pekerja proyek pembangkit listrik yang diduga hilang atau terperangkap dalam terowongan.

Menteri Utama Trivendra Singh Rawat mengatakan, bawha kebanyakan dari korban hilang adalah pegawai pembangkit listrik. Beberapa terperangkap di terowongan yang tertutup air, lumpur, dan batu.

“18 jenazah sudah berhasil mereka temukan dan sekitar 200 orang lainnya masih dilaporkan menghilang,” kata Rawat.

“Jika insiden ini terjadi pada malam hari, saat semua pekerja sudah pulang, maka situasinya tidak akan separah ini,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Pasukan Pemulihan Bencana Nasional, S.N. Pradhan, mengatakan bahwa tambahan tim pencari telah dikerahkan ke lokasi kejadian.

Perdana Menteri Narendra Modi mengaku terus memonitor situasi di Uttarakhand. “India mendoakan keselamatan semua orang di sana,” tulisnya via Twitter.

“Saya terus berkoordinasi dengan otoritas senior dan mengawasi perkembangan terkini mengenai pengerahan NDRF, upaya penyelamatan, dan operasi penyaluran bantuan,” sambungnya.


Berita Terkait



add images