iklan Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay


Terpisah, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial and Trading Pertamina Mas’ud Khamid mengatakan, bahwa sesuai dengan yang telah disampaikan kepada Komisi VII DPR kemarin, Pertamina sudah memproyeksikan bahwa di 2021 ini subsidi LPG 3 kg kemungkinan berada di angka Rp40 triliun.

“Betul, subsidi bisa di angka Rp40 triliun (tahun ini),” ujar Mas’ud kepada FIN, kemarin.

Berdasarkan data besaran subsidi LPG 3 kg dalam empat tahun terakhir terus menurun. Pada 2018, subsidi LPG sebesar Rp54,87 triliun, lalu pada 2019 sebesar Rp41,56 triliun, dan 2020 sebesar Rp40,25 triliun.

Adapun rata-rata pengguna LPG 3 kg tumbuh antara 4,5 persen hingga 5 persen per tahun. Sementara pada 2021 diproyeksikan akan tumbuh sebesar 5 persen.

Sementara volume LPG subsidi yang disalurkan pun terus meningkat dari 2019 sebesar 6,84 juta Metrik Ton (MT), lalu naik menjadi 7,14 juta MT pada 2020.

Tahun ini penyaluran LPG subsidi juga diproyeksikan akan kembali naik menjadi 7,5 juta MT. Pemerintah sendiri mengalokasikan anggaran Rp54 triliun tahun ini untuk subsidi LPG 3 kg. (git/din/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait



add images