iklan Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada (kedua kanan) bersama Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar (kedua kiri) dalam konferensi pers pengungkapan 353 kilogram narkoba sabu jaringan Timur Tengah-Malaysia-Aceh.
Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada (kedua kanan) bersama Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar (kedua kiri) dalam konferensi pers pengungkapan 353 kilogram narkoba sabu jaringan Timur Tengah-Malaysia-Aceh. (Foto: ANTARA/ HO-Polri)

Di kapal, tim menemukan banyak karung yang berisi 343 kotak sabu-sabu dengan berat bruto 343.380 gram, ponsel satelit, tiga ponsel GSM dan dokumen kapal.

“Kemudian kasus dikembangkan, akhirnya pada 2 Febuari 2021, tim gabungan menangkap beberapa tersangka lainnya di Desa Blang Mee dan Desa Meusanah Tambo berikut barang bukti,” ujarnya.

Di Desa Blang Mee, barang bukti yang disita adalah 120,96 gram sabu, satu timbangan digital, satu ponsel.

Sementara di Desa Meusanah Tambo, barang bukti yang disita yakni 6,66 kilogram sabu, satu ponsel dan satu becak motor. “Sehingga total barang bukti sabu yang disita 353 kilogram sabu,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, 11 tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 lebih subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“(Berkat pengungkapan kasus ini, jumlah) warga yang terselamatkan 1.765.000 jiwa,” tutur Krisno. (antara/jpnn)


Sumber: www.fajar.co.id

Berita Terkait



add images