“Awalnya merasa sakit pas kejadian dan saya menengok ke istri, ternyata darah sudah bercucuran di dahinya sebelah kanan,” kata Yamin, kepada wartawan.
“Saya pun buka baju dan mengikat kepala ibu agar tidak menghambat keluarnya darah. Lalu saya panggil tetangga dan bawa ke rumah sakit,” sambungnya.
Seksi Propam Polres Gowa telah berkoordinasi dengan Polsek jajaran untuk mencari tahu, apakah ada aktifitas kepolisian dan sekitar rumah korban pada saat itu.
Namun setelah dicek, pihaknya tidak menemukan aktifitas apapun. Baik kegiatan kepolisian, maupun aktifitas warga sipil yang menggunakan senjata api.
“Tidak ada kegiatan kepolisian. Kami telah cek, baik di Polsek atau pun Polres terkait kejadian ini. Tidak ada (aktifitas polisi). Bahkan Propam kami turun ke TKP untuk menyelidiki kegiatan anggota. Sampai saat ini tidak ada laporan masuk ke kami,” kata Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir.
Lantas, dari manakah proyektil peluru itu berasal? Mantan Kasat Reskrim Polres Takalar ini masih menunggu hasil penyelidikan di Polres Gowa.
Termasuk hasil uji laboratorium dari Tim Labfor untuk menentukan apakah benar, benda sekecil jari kelingking orang dewasa itu benar adalah proyektil peluru.
“Dari atas atap (pelurunya). Kami belum tahu arah dari mana. Yang jelas peluru itu dari atap dan mengenai korban saat nonton TV,” terangnya. (Ishak/fajar)
Sumber: www.fajar.co.id
