Menurut pembaruan epidemiologis WHO, varian baru virus Corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris dilaporkan di 94 negara dalam seminggu hingga Senin. Angka tersebut meningkat 8 negara.
“Transmisi lokal dari varian tersebut, dibandingkan dengan kasus impor, telah dilaporkan di setidaknya 47 negara,” ujarnya.
Mutasi COVID-19 yang pertama kali terdeteksi di Inggris dilaporkan telah tersebar di 94 negara. Varian asal Afrika Selatan tercatat di 46 negara, sementara mutasi Covid-19 asal Brasil terdeteksi di 21 negara.
WHO berharap 500 juta dosis vaksin Covid-19 dari program Covax global dapat tersedia pada kuartal pertama 2021. Hingga kini, 189 negara telah tergabung dalam program Covax, yang didukung oleh WHO dan berupaya memastikan pemerataan distribusi vaksin.
Kepala ilmuwan, Soumya Swaminathan mengatakan, negara-negara anggota Covax bisa mulai berharap mendapatkan jatah vaksin menjelang akhir kuartal pertama 2021. Ia menyebut, sejumlah negara sepertinya mungkin mulai lebih awal agar yang lain dapat mengambil pengalaman dari negara-negara tersebut.
“Namun, kemudian mayoritas, kebanyakan tahapan mungkin akan mulai bergerak pada kuartal kedua 2021,” ujarnya.
Dapat diketahui, program Covid dipimpin secara bersama-sama oleh aliansi vaksin GAVI, WHO, dan Koalisi untuk Inovasi Persiapan Epidemi (CEPI). (der/fin)
Sumber: www.fin.co.id
