Lokasi OTT KPK yang menyeret nama Gubernur Sulsel.
Lokasi OTT KPK yang menyeret nama Gubernur Sulsel.

JAMBIUPDATE.CO, MAKASSAR — Rumah Makan (RM) Nelayan yang terletak di Jalan Ali Malaka tampak masih beroperasi seperti sedia kala. Tak ada aktivitas yang berbeda di rumah makan tersebut.

Meski diketahui, lokasi itu sebagai tempat penemuan barang bukti berupa uang Rp1 miliar, berkaitan dengan OTT oleh KPK terhadap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA).

Sejumlah pegawai lainnya tetap menjalankan aktivitasnya dengan melayani pengunjung yang datang ke rumah makan tersebut untuk bersantap sore.

Tak ada garis polisi apalagi penjagaan dari pihak terkait, pasca rumah itu jadi lokasi OTT oleh KPK atas penangkapan NA terkait dugaan kasus korupsi.

Kepada jurnalis Fajar.co.id, salah satu pegawai rumah makan itu mengaku tak tahu menahu adanya aktivitas dari lembaga antirasuah itu tadi malam. “Tidak tahu,” katanya, Sabtu (27/2/2021).

Saat ditanya lagi soal hubungan antara rumah makan itu dengan NA, pegawai rumah makan yang memakai baju berkerah hijau itu lagi-lagi tak tahu. “Tidak ada hubungan. Tidak tahu juga,” ujarnya.

Diketahui, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK di rumah dinas, Sabtu dinihari (26/2) WITA.

Barang bukti uang Rp1 miliar disimpan di rumah makan nelayan.Barang bukti OTT yang diamankan KPK yaitu 1 koper uang senilai Rp1 miliar yang diamankan di Rumah Makan Nelayan Jalan Ali Malaka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sabtu dinihari WITA.

Sementara penangkapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dilakukan di Rumah Dinas Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Jumat malam (26/2/2021) WIB atau Sabtu dinihari pukul 01.00 WITA.

Selain Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, beberapa orang dikabarkan ikut diamankan KPK. Penangkapan ini berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan No : Sprin.Lidik-98/01/10/2020.Tim KPK kemudian membawa Nurdin Abdullah dan lima orang ini ke Jakarta pada Sabtu pagi (27/2/2021) menggunakan pesawat Garuda. (ishak/fajar)


Sumber: www.fajar.co.id

Komentar

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Tuduhan Genosida Muslim Uighur, Begini Respons Tiongkok

Polisi Dilarang Dugem, Sanksi Tegas Menanti

Gempa Halmahera, BNPB: 60 Rumah dan Gedung DPRD Rusak

Rekomendasi




add images