Selain itu, beras impor akan menekan harga beras semakin jatuh di pasaran. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah untuk membatalkan keputusan impor tersebut. Keputusan impor sebaiknya setelah melihat data produksi pada Agustus mendatang.
“Meski beras belum masuk, tapi akan menekan harga (beras di pasaran). Seharusnya temen-temen di pemerintah pahamlah,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan impor beras dilakukan untuk menambah cadangan dan mencegah terjadi kondisi terburuk.
“Beras hasilnya tahun ini akan baik, tapi biar bagaimana pun pemerintah mesti punya cadangan atau yang disebut iron stock,” ujarnya.
Pun demikian, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud menerangkan, jalan impor tersebut untuk menjaga pasokan beras tetap aman hingga akhir tahun.
“Sudah diperhitungkan kebutuhan per bulan kita 2,7 juta ton. Ini untuk menjaga stok yang dipersiapkan sampai dengan akhir tahun beras aman,” katanya.
Adapun alokasi yang diberikan ini bersifat jangka panjang atau hingga akhir tahun 2021. Realisasi impor akan diserahkan kepada Bulog dan Kementerian Perdagangan sesuai dengan stok beras yang dimiliki dan kebutuhan.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari-April 2021 potensi produksi beras akan mencapai 14,54 juta ton, meningkat 26,84 persen dibandingkan produksi beras di Januari-April 2020 yang sekitar 11,46 juta ton. (din/fin)
Sumber: www.fajar.co.id
