iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Sejumlah Desa di beberapa daerah di Provinsi Jambi tidak berapa lama lagi akan menghadapi perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkada) serentak. Seperti halnya di Kabupaten Kerinci.

Meski hanya tingkatan Desa, namun perbicangan hangat soal kontestasi politik tersebut sudah mulai kencang. Bahkan, diskusi itu sudah mulai dibicarakan dari media sosial hingga di warung kopi, dari kelompok elit hingga masyarakat petani dan pemuda desa.

Bagaimana tidak, jabatan seorang Kades saat ini tengah menjadi primadona. Hal ini sebagaimana diketahui, di tingkat Desa sendiri saat ini sudah mengelola anggaran cukup pantastis menyentuh angka Miliaran.

Terkait hal ini, tensi dan kerawanan tentu lebih tinggi. Tingginya anggaran APBDesa di tingkat desa mengundang persaingan menarik dalam kontetasi ini.

Bahkan, hal ini juga memicu rawan terjadi politik uang. Tidak sedikit dari perbincangan publik menyoal potensi rawannya money politik di ajang tersebut. Terlebih lagi, harga 1 suara bisa dibeli Cakades mencapai Rp. 500 ribu.

Pengamat Politik Jambi, Citra Darminto, mengatakan, Dirinya menilai minat masyarakat untuk menjadi peserta dalam Pilkada sangat meningkat. Pertama, kata Citra, setiap desa kini mempunyai peluang untuk melakukan lebih banyak hal terkait pembangunan desa.

"Posisi kepala desa memiliki posisi strategis dalam mengelola dana desa dalam jumlah yang sangat besar," katanya kepada harian ini.


Berita Terkait



add images