iklan

Dia menambahkan apabila Pemkot hendak mengatasi persoalan kemiskinan secara serius, tidak hanya menggunakan survei BPS yang dilakukan dengan metode sampling. Melainkan menggunakan Basis Data Terpadu (BDT) yang by name by addres-nya spesifik.

“Kita juga melihat Pemkot seolah tidak terlalu fokus, padahal dampak Covid-19 di tahun 2020, kemiskinan dan pengangguran terjadi lonjakan. Di sisi lain pola belanja tidak ada perubahan,” keluh Nandang.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut pengamat sosial Asep M Tamam menuturkan predikat Kota Termiskin di Jawa Barat merupakan sebutan menyakitkan. Hal itu harus dituntaskan bersama, dan tidak bisa saling menyalahkan. “Semua pihak wajib mengubah hal itu, supaya Kota Tasikmalaya tak lagi jadi termiskin di Jawa Barat,” ucapnya.

Rangking tertinggi di Jawa Barat dalam hal kemiskinan, lanjut Asep, memiliki dasar kuat dari beberapa faktor yang dilihat. Namun, di sisi lain banyak perubahan signifikan nyaris di setiap sudut kota, kaitan geliat ekonomi sebagian masyarakat.

“Secara jelas kita melihat pembangunan begitu pesat perubahan yang begitu signifikan ada simbol Kemajuan jelas di setiap sudut kota Tasik,” kata Asep.

Doses IAI Cipasung itu menekankan pimpinan eksekutif dan legislatif harus bersinergi dalam kaitan pengguliran program dan pencanangan kegiatan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Termasuk efektif untuk menekan angka kemiskinan di daerah. “Meski predikat ini membuat kita sakit, namun tidak dijadikan sebagai aib. Justru dijadikan tantangan untuk mengubahnya dengan sinergitas,” harap Asep.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tasikmalaya H Dindin S Ahmad mengatakan angka kemiskinan di Kota Resik, relatif mengalami penurunan setiap tahun. Hanya saja, di tahun ini nyaris seluruh daerah mengalami kenaikan dampak dari pandemi. “Kita kini menempati dua terbawah termiskin di Jawa Barat. Sejatinya di berbagai dinas juga terdapat program, seperti pemberdayaan dan lain sebagainya,” kata Dindin. (igi)


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait



add images