Setali tiga uang, keputusan itu lantas membuat banyak pemain Indonesia kecewa. Para atlet bulu tangkis pun kompak mengecam aksi BWF yang dirasa tidak adil tersebut di media sosial masing-masing.
“BWF telah gagal dalam mengatur masalah ini. Sebelum penerbangan, semua tim Indonesia telah dinyatakan negatif dan kami juga dites ulang pada saat kami tiba di hotel,” tulis Marcus Fernaldi Gideon di Instagram miliknya.
“Beberapa dari Anda mungkin memperhatikan bahwa permainan hari ini ditunda sebelum tujuh kasus positif yang mereka temukan di anggota tim lain (negara lain). Setelah mereka di tes ulang, hasilnya semua negatif. Jadi mengapa kita tidak juga memiliki keadilan yang sama di sini?,” sambungnya
Senda, Kevin Sanjaya dan Jonatan Christie juga melontarkan kekecewaannya melalui akun Instagramnya. Mereka meminta Federasi Badminton Dunia (BWF) bertanggung jawab usai Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021.
“@bwf.official harus bertanggung jawab!” tulis Jonatan.
“@bwf.official harus bertanggung jawab,” tulis Kevin .
Sedangkan pebulutangkis putri Indonesia, Greysia Polii meminta BWF untuk menangani persoalan ini dengan hati-hati. Greysia bersama Apriyani juga telah memastikan lolos ke babak kedua All England 2021 usai mendapat bye di babak pertama.
“@bwf.official harus bertanggung jawab dan menangani ini dengan hati-hati,” tulis Greysia yang disertai hastag selamatkan atlet, selamatkan badminton, dan hastag keadilan.
Dapat disampaikan, bahwa tim bulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021 lantaran diketahui ada kasus positif Covid-19 dalam penerbangan yang ditumpangi oleh skuad Indonesia dari Istanbul ke Birmingham.
BWF pun tak bisa berbuat banyak ketika Tim Indonesia diminta menjalani isolasi 10 hari di Birmingham yang berarti mereka juga tak bisa melanjutkan pertarungan di All England 2021. (der/fin)
Sumber: www.fin.co.id
