Oleh sebab itu, kata Rahmad, mereka mengecam cara-cara yang tidak santun tersebut. “Kami menolak keras cara-cara yang tidak santun, cara hutan rimba, cara hoax. Karena cara-cara itu bukan budaya Pancasila,” tegasnya.
Terpisah, politikus Partai Demokrat versi KLB, Max Sopacua menegaskan poster deklarasi Puan-Moeldoko tersebut dibuat oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. “Yang jelas mereka tidak senang dengan kehadiran Pak Moeldoko untuk memimpin Demokrat ini,” ungkap Max.
Diketahui, beredar poster deklarasi dan dukungan Capres-Cawapres 2024 Puan Maharani dan Moeldoko yang digelar di Surabaya pada Senin 29 Maret 2021 mendatang. Pada poster tersebut dituliskan bahwa Puan Maharani merupakan calon presiden dan Moeldoko merupakan calon wakil presiden.(*)
Sumber: www.jawapos.com
