Sebagian penduduk Yangon memutuskan untuk meninggalkan kota yang kini mirip medan perang itu. Utamanya di area-area yang statusnya sudah berubah menjadi darurat militer. Biasanya penduduk pergi pada pagi hari saat jam malam usai. Sebagian pindah ke desa yang lebih aman. Sisanya memilih pergi ke negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam.
Pemerintah Provinsi Tak, Thailand, bahkan sudah menyiapkan selter untuk menampung para pengungsi yang mungkin bakal membeludak. Gubernur Tak Pongrat Piromrat menyatakan bahwa provinsinya bisa menampung sekitar 30 ribu hingga 50 ribu orang.
Situasi di Myanmar terus memburuk setiap harinya. Saat ini sudah sekitar 230 demonstran yang telah kehilangan nyawa. Jumlah itu bisa terus bertambah. Jumat (19/3) tiga orang dilaporkan tewas. Jumlah tersebut bisa bertambah karena relawan medis tidak berani mengambil jenazah yang masih berada di area baku tembak.
Terpisah, dua jurnalis menghilang pada Jumat (19/3). Mereka adalah Aung Thura dari BBC dan Than Htike Aung yang merupakan jurnalis media lokal Mizzima. Keduanya sedang bersama saat ditangkap di Naypyidaw. Belum diketahui apakah pelaku penangkapan adalah junta militer atau pihak lain. (jpg)
Sumber: www.fin.co.id
