iklan Walikota Jambi melantik pejabat eselon II, III dan IV di lingkup Pemkot Jambi.
Walikota Jambi melantik pejabat eselon II, III dan IV di lingkup Pemkot Jambi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Belasan pejabat eselon II, III dan IV di lingkup Pemerintah Kota Jambi kembali dirombak. Rabu pagi (9/6) dilakukan pelantikan langsung oleh Walikota Jambi Sy Fasha di Griya Mayang Rumah Dinas Walikota Jambi.

Sejumlah pejabat eselon II yang dirombak yakni, Kepala Dinas Dukcapil yang kini diisi Nirwan, sebelumnya Ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo.

Mulyadi Yatub yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Dukcapil, kini menjadi Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi menggantikan Izhar Muzani. Sementara Izhar Muzani turun menjadi Kepala Bidang di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jambi. Total ada 18 pejabat yang dilantik.

Selain itu ada Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi Doni Sumatriadi digeser menjadi Sekretaris BPPRD Kota Jambi. Posisinya digantikan Irvan yang sebelumnya menjabat Sekretaris BPPRD. Kemudian juga Sekretaris Dukcapil kini dijabat oleh A Yani yang sebelumnya duduk sebagai Sekretaris Dinas Tenga Kerja, Koperasi dan UKM. Posisinya A Yani digantikan oleh Norma Yahya yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Dukcapil. Kemudian ada sejumlah pejabat eselon III dan IV yang ikut dalam pelantikan tersebut.

Walikota Jambi Sy Fasha mengatakan, pada mutasi rotasi jabatan yang dilakukan tersebut sudah melalui proses panjang. Ada job fit yang dilakukan tim pansel. Kemudian dari hasi job fit tersebutlah diputuskan siapa pejabat dan menduduki jabatan apa.

“Jabatan tidak perlu dikejar, tidak perlu dilobi. Setiap proses rotasi mutasi kami mengupayakan meminimalisir terjadi hal yang sifatnya demosi,” katanya.

Pada pelantikan kemarin (9/6) terlihat ada 1 pejabat yang tidak hadir, yakni Izhar Muzani yang harusnya dilantik menjadi Kepala Bidang di Dinas KB, yang sebelumnya beliau merupakan Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi.

Walikota Jambi Sy Fasha mengakui hal tersebut. Kata Dia, menurut catatan ada 1 pejabat yang tidak hadir, namun akan dilantik dalam beberapa waktu kedepan.

“Syarat sahnya jabatan tersebut harus dilantik. Dalam beberapa hari kedepan akan kami lantik,” katanya.

Lanjut Fasha, tidak ada niat pihaknya untuk melakukan demosi. Jika ada yang demosi, berarti bukan pejabatnya yang salah, namun, pimpinnnya yang salah tidak bisa membimbing pejabat tersebut.

“Saya sering ingatkan, kita jangan berjalan diatas rel, tapi harus selalu bekerja di dalam rel. Kita boleh ke kiri ke kanan tapi tetap dalam rel. Kalau diatas rek akan kaku,” tuturnya.

Kemudian Fasha menegaskan, jangan lagi ada pejabat yang setelah dilantik tersebut melakukan syukuran, pesta dan lain sebagainya. Sebab sebut Fasha, yang dibully masyarakat bukanlah pejabatnya, tapi walikotanya.

Kata Fasha, dirinya selalu mengingatkan kepada pejabat, bahwa jabatan itu adalah amanah, namun tidak diketahui apakah jabatan tersebut menjadi anugerah atau bencana. Orang yang iklas, maka akan menjalani ujian kehidupan dengan mudah.
“Langsung bekerja, tidak ada pesta dan syukuran. Ingat kita masih dalam masa pendemi,” ujarnya.

Terkait jabatan yang masih kosong sebut Fasha, akan segera dilakukan pengisian, untuk eselon II akan dilakukan lelang. (hfz)


Berita Terkait



add images