iklan TEMPAT ISOLASI: Terlihat situasi hotel Grand Malioboro yang direncanakan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19. Fasha meminta Dinkes dan Inspektorat untuk mengecek kelayakan hotel.
TEMPAT ISOLASI: Terlihat situasi hotel Grand Malioboro yang direncanakan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19. Fasha meminta Dinkes dan Inspektorat untuk mengecek kelayakan hotel. (M RIDWAN/JE)

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Walikota Jambi Syarif Fasha angkat bicara terkait adanya pelaku usaha hotel di Kota Jambi yang hendak menggratiskan hotelnya untuk dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

Fasha mengaku, pihaknya sudah memanggil pihak hotel Grand Malioboro yang berada di kawasan pasar Kota Jambi tersebut untuk menanyakan niat pemilik hotel. Juga melihat kondisi hotel tersebut yang sudah tidak dioperasikan, apakah ada masalah dan lain sebagainya.

“Seperti apa niatnya, jangan sampai dibalik itu ada hal dan keinginan lain. Ternyata Dia tulus untuk itu,” kata Fasha, kemarin (26/7). Fasha menjelaskan, untuk menjadikan hotel yang berada di tengah pemukiman sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 itu tentu tidak mudah.

“Tidak segampang itu, lingkungan di sana seperti apa. Contoh, kita punya graha lansia saja yang sudah representataif, punya pagar tinggi dan lainnya masih juga ada penolakan masyarakat. Apalagi ini hotel di tengah pemukiman,” imbuh Fasha.

Karena, sebut Fasha, hotel tersebut akses masuknya hanya satu yakni lewat depan. Tidak ada pagar pembatas hotel. Hotel tersebut juga semua kamarnya memiliki jendela dan diluar jendela itu adalah jalan umum.

“Kalau ada penderita yang membuang masker, tisu dan lainnya dari jendela ke bawah, kita tidak tahu, tiba-tiba besok ditemukan oleh petugas sampah dan kena masyarakat yang melintas, maka akan tertular. Banyak hal yang harus kita pikirkan,” tuturnya.

Selain hal tersebut, mengenai peralatan medis yang dibutuhkan dan tenaga kesehatan juga harus diperhitungkan. Namun sebut Fasha, dirinya sudah mengintruksikan Dinas Kesehatan dan Inspektur Kota Jambi untuk mengecek langsung hotel tersebut, melihat fasilitasnya dan kemudian apa yang harus dilakukan.

“Paling tidak hotel ini digunakan untuk isolasi tenaga medis, yang tidak bisa pulang ke rumah habis bertugas dan harus istirhat. Paling tidak tempat itu bisa digunakan untuk nakes istirahat,” katanya.

“Tapi kalau untuk pasien yang positif, OTG memang agak riskan kita, karena tidak ada pagar dan lainnya,” pungkasnya. (hfz)


Berita Terkait



add images