JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Mahasiswa kader IMM resmi menyegel Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Jambi, pada Sabtu(7/8) sore.
Tampak di pintu utama kampus UM Jambi diikat kuat oleh dua orang kader IMM dengan seutas tali dan menempelkan pada baner bertuliskan copot Rektor dan Wakil Rektor III.
Pimpinan Cabang IMM Kota Jambi, Nurman Syahdi mengatakan bahwa, pihaknya telah melakukan negosiasi dengan tertib, menyampaikan aspirasinya dengan damai, namun tanggapan dari pihak Pimpinan masih tidak mengindahkan apa yang disampaikannya.
"Penyampaian aspirasi hari ini merupakan lanjutan yang kemarin, penyampaian aspirasi ini kami lakukan dengan tertib dan damai,"kata Nurman Syahdi.
Selain itu, dia Nurman juga menjelaskan terkait aturan dan undang-undang dalam pembentukan BEM UM Jambi.
"Kita inikan dari organisasi otonom muhammadiyah(Ortom), dalam kampus ini kita mempunyai undang-undang tersendiri, yang memang untuk menjadi anggota BEM UMJ ini harus dari kader IMM, dibuktikan dengan Syahada atau Sertifikat keanggotaannya"jelasnya Nurman.
Setelah itu ia Pimpinan IMM Kota Jambi, menyebutkan untuk peristiwa pemira yang terjadi kemarin, itu di inisiasikan oleh Wakil Rektor III.
"Jadi pihak pimpinan UMJ tidak mengindahkan syarat-syarat pembentukan keanggotaan BEM itu sendiri yang telah ditetapkan, dilanggar semua, inilah akibatnya kampus akan disegel selama 2x24 jam, sampai ada kejelasan dari pihak Pimpinan,"sebutnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV, Arman Safaan angkat bicara seusai kampus disegel kader IMM, yang mengatakan bahwa, kami dari pihak Pimpinan Kampus berupaya memanggil pihak penyelenggara pemira itu kemarin.
"Kami selaku Pimpinan dan ayah bagi mahasiswa kami telah melakukan pemanggilan terhadap penyelenggara pemira dan akan kami lakukan pembinaan atas kejadian kemarin,"kata Arman Safaan di depan awak media jambiupdate.co
Kemudian, Arman juga menjelaskan, untuk kejadian baku hantam kemarin itu, terjadi akibat salah paham.
Dimana diantara kedua belah pihak anak kami itu, salah paham, dan kami selaku ayah dari keduanya akan segera mencari solusi yang terbaik untuk hal ini,"pungkasnya.(rhp).
