Ilustrasi.
Ilustrasi. (Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) telah mencapai Rp338,2 triliun hingga 31 Oktober 2021.

“Realisasinya ini berasal dari bansos yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (k/l), non k/l, hingga transfer ke daerah,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Jumat (26/11/2021).

Sri merinci , bansos yang disalurkan oleh k/l mencapai Rp159,8 triliun, non k/l Rp160,5 triliun, dan transfer ke daerah Rp18 triliun. Belanja bansos k/l utamanya diberikan melalui Kementerian Sosial mencapai Rp73,8 triliun.

“Terdiri dari penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) ke 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) mencapai Rp20,7 triliun. Lalu, penyaluran bansos Kartu Sembako ke 17,6 juta penerima mencapai Rp32,8 triliun,” paparnya.

Kemudian, penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) ke 9,6 juta penerima sebesar Rp17,23 triliun dan bantuan sembako khusus PPKM ke 4,8 juta penerima sebesar Rp2,8 triliun.

“Bansos melalui k/l juga diberikan melalui Kementerian Ketenagakerjaan berupa BLT Subsidi Upah (BSU) ke 6,7 juta pekerja,” imbuhnya.

Adapun bansos melalui Kementerian Koperasi dan UKM mencapai Rp15.25 triliun berupa Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Bantuan ini diberikan ke 12,71 juta usaha mikro.

Sedangkan bansos non k/l berupa penyaluran subsidi eneri dan non energi mencapai Rp138 triliun, seperti diskon listrik ke 30,8 juta pelanggan dengan nilai penyaluran mencapai Rp7,5 triliun dan subsidi bunga UMKM KUR serta non KUR mencapai Rp14,46 triliun.

“Sisanya berupa bansos Kartu Prakerja mencapai Rp21 triliun ke 5,9 juta penerima. Sementara itu, bansos via transfer ke daerah berupa BLT Desa mencapai Rp18 triliun ke 5,6 juta keluarga,” pungkasnya. (der/fin)


Komentar

Rekomendasi




add images