iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Kerusakan yang diakibatkan merajalelanya angkutan batu bara di jalan nasional Provinsi Jambi tak bisa dibiarkan terus menerus.

Jalan yang seharusnya menjadi hak angkutan umum dan barang, kini digusur oleh bisnis batu bara yang sumbangannya tak sebanding untuk daerah.

Belum lagi kemacetan dan bahaya kecelakaan yang ditanggung oleh pengguna jalan umum, menjadi pemandangan negatif yang setiap hari disaksikan di sepanjang Sarolangun dan Bungo ke Jalan menuju Pelabuhan Talang Duku biasa setiap harinya.

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Jambi H.Bakri mengatakan dari rapat kerja pihaknya dengan Kementerian PUPR, Selasa (25/1), anggota komisi pembangunan pusat ini bersepakat secara lisan meminta aktivitas batu bara Jambi di stop.

‘‘PNBP hanya Rp600 Miliar dan kerusakan jalan yang ditanggung Rp1,2 Triliun, ini tak sebanding,’‘ katanya.

Bahkan, ia menyebutkan rekannya di komisi V sudah sepakat angkutan batu bara distop di Jambi.

‘‘Kawan-kawan komisi V sudah sepakat distop, karena PNBP hanya Rp600 Miliar dan kerusakan jalan butuh Rp1,2 Triliun. Kami kira tak ada ruginya (bila dihentikan). Kalau jalan rusak yang dirugikan itu pemerintah masyarakat, dan ini tak bisa dibiarkan,’‘ tegasnya.


Berita Terkait