JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjabtim, mencatat ada sebanyak 1.132 orang Kabupaten Tanjabtim kekurangan guru. Data tersebut berdasarkan data akhir bulan Desember 2022 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjabtim, Muhammad Eduard melalui Kabid PTK, Refli mengatakan, bahwa kekurangan guru itu terjadi untuk sekolah tingkat TK, SD maupun SMP. Contohnya Tanjabtim sampai saat ini belum memiliki guru prakarya, sedangkan kebutuhan sebanyak 45 orang.
"Artinya kita memang masih banyak butuh tenaga guru di Kabupaten Tanjabtim ini," katanya.
Kemudian di guru TIK Kabupaten Tanjabtim baru memiliki 6 guru, sedangkan kebutuhannya yang ideal sebanyak 45 guru, jadi Tanjabtim masih kekurangan sebanyak 39 guru. Dan juga guru BK, Tanjabtim kekurangan sebanyak 43 orang, karena baru 2 guru yang terpenuhi.
"Guru bidang IPA kita masih lebih sebanyak 77 orang, sedangkan kebutuhan hanya 60 guru. Guru Bahasa Inggris kita juga lebih 5 orang dari 58 guru yang ada. Tapi untuk guru BK di SMP kita memang masih banyak kekurangan," jelasnya.
Sementara itu, untuk kekurangan guru pada tingkat SD sebanyak 880 guru, terdiri dari guru PAI sebanyak 99 guru dari kebutuhan 213 guru. Artinya guru PAI untuk tingkat SD tidak terpenuhi sebanyak 114 guru.
Kekurangan juga terjadi pada guru PJOK dan guru kelas. Untuk guru PJOK mengalami kekurangan 131 dari kebutuhan 213 guru serta kekurangan guru kelas sangat besar, yakni 650 guru dari kebutuhan yang ada 1.786 guru.
"Sedangkan untuk tenaga pendidik ditingkat SMP, dari kebutuhan 634 guru, Tanjabtim masih mengalami kekurangan sebanyak 202 guru," terangnya.
Kekurangan tersebut terjadi pada Guru PAI, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, dan PJOK. Untuk guru PAI masih kurang 17 guru, PPKN kekurangan 11, Bahasa Indonesia kurang 12, guru Matematika kekurangan 4 orang dan guru PJOK kekurangan 17 guru.
"Sedangkan kekurangan terbesar yaitu pada Guru Seni Budaya, sebanyak 36 guru," tutupnya.
(lan)
